Tak ada Obat! Track MTB Cot Neuraka, Indah dan Menantang

Tak ada Obat! Track MTB Cot Neuraka, Indah dan Menantang


Yang anehnya lagi terkadang antara jatuh saat mendaki atau turunan bukannya meraung kesakitan malah meraung dengan canda tawa. Siapa sih yang tidak merasa happy bila sudah demikian? Jangankan rider MTB Bumi Abdya, saya yakin mantan yang sudah pisah 7 kali purnama pun bakal merasa happy bila demikian jadinya. Mengenai soal balikan sama mantan, maaf itu diluar kehendak kita. Ya kan?


Hobi kalian apa? Jailin orang, atau gosipin orang?. Ah mana mantap. Seperti akulah. Hobinya bersepeda gunung. Walaupun sebanarnya berat badan sering membuat hati ingin menangis saat lihat angka timbangan yang begitu mengagetkan jantung hingga napas berhenti sejenak.


Bicara tentang hobi, kita pasti memiliki hobi yang berbeda - beda. Ada yang memiliki hobi berkaitan dengan musik, baik keroncong, dangdut, pop, dan rock atau apalah namanya. Yang tidak lain dan tidak bukan dapat menghadir kesenangan tersendiri. Meskipun hanya sesaat saja. 

Selain itu, ada juga yang memiliki hobi traveling antar kota, benua atau ada yang memiliki hobi mendaki gunung ( bukan kembar), atau nyelam ke dasar lautan sambil ukur dalamnya samudera. Tapi saranku jangan lupa bawa alat pengukur (meter) supaya tahu kedalamannya. Setidaknya bila pun tenggelam tim rescue tidak repot carinya.

Baca Juga :

Yang perlu di ketahui hakekat dari sebuah hobi itu pasti ada rasa happy didalamnya. Walaupun demikian, aku harap kepada teman - teman Sikonyolovers tidak memiliki hobi menzalimi orang lain. Karena hobi yang demikian dapat mengundang dosa untuk diri sendiri dan mudharat bagi orang lain. Ingat, kita masih ada dosa - dosa lain yang terkadang tanpa sadar kita perbuat. Jangan gegara hobi menzalimi orang tambah menggunung dosanya. Bukan kah begitu kaum muslimin dan musliman. Eh. Jadi ustaz pula ni.


Dibalik hobi itu pasti ada resiko yang harus ditanggung. Seperti aku memiliki hobi olah raga bersepeda, wabil khusus sepeda gunung alias Mountain Bike atau MTB. Yang memiliki resiko jatuh, bangun sendiri, luka obatin sendiri. Bisa ke kebayangkan bila menyandang status Jomblo. Hehehe. Untung status ku sekarang sudah menjadi seorang suami. Ya walaupun sakit-sakit dan luka ada istri yang bantu rawat. Ops !! keceplosan untuk kaum Jomblo. peace maaf ya mblo. 


Meskipun sedemikian serem resikonya ataupun melelahkan hingga baju kuyup dengan derasnya keringat, yakinlah bahwa semangat akan menyala kembali tatkala mampu menaklukkan sebuah puncak tinggi yang disertai indahnya pemandangan. Dan ditambah lagi ada rute turunan yang menantang adrenalin seperti track Cot Neuraka yang ingin aku ulas dalam postingan ini. Lengkap sudah. Pemandangan oke turunan Yess!. "Nikmat mana lagi yang kau dustakan?" begitulah penggalan ayat dalam Surat Ar Rahman.

Istirahat sejenak | Dok. SIKONYOL.com

Bagaikan kata pepatah, sambil nyelam minum air. Tapi bagi yang hobi bersepeda MTB seperti ku menyebutnya sambil nyelam minum susu. Karena selain bersepeda gunung sebagai hobi juga baik untuk kesehatan jantung sehingga aliran darah keseluruh tubuh mengalir deras keseluruh organ tubuh persis seperti melajukan kenderaan di jalan tol tanpa hambatan. yang terpentingnya lagi fisik dan persendian pun menjadi kuat, bisa dikatakan seperti Tarzan Betawi urat kawat tulang besi dan mentalpun terjaga dari pikiran depresi. 


Kembali lagi, kata para rider sepeda MTB sejati, Track sepeda MTB memang tidak semulus kulit betis Miyabi di film drama jepang itu yang sering membuat angan kita melayang - melayang penuh dengan dosa hingga traveling kemana - mana. Dimana, seperti yang kita tahu bahwa Track MTB hanyalah rute yang berkerikil yang penuh bebatuan yang terkadang juga banyak debu bak asap pentas konser dangdut zaman era 80-an. 

Selain itu, memang tidak bisa di pungkiri bahwa track sepeda MTB itu ada banyak jenisnya. Ada track di bike park yang sengaja dibuat untuk dijadikan rute bersepeda MTB yang ada dropnya alias gundukan tanah untuk loncat - loncatan dan adapula track yang hanya di desain oleh alam tanpa polesan tangan manusia. Ya maklum saja track bikinan alam. Debu dan bebatuan besar dan kecil memang tidak dapat dipisahkan lagi. Bak Romi dan Yuli lah pokoknya. Romantislah bedu dan batunya.

Track MTB bikinan alam tersebut juga ada bekas tali air yang merupakan kikisan air hujan yang terkadang bisa membuat rider MTB Pemula terjatuh pontang - panting tujuh kali jungkal balik. Bisa dibayangkan bukan? sebegitu harcurnya track MTB buatan alam. Namun pun demikian tidak sehancur harapan ditinggal nikah oleh sang Mantan. Sebab jatuh di track MTB itu jauh lebih indah dari jatuh cinta yang tak direstui orang tua. Apalagi jatuhnya kepada orang yang salah. wkwkwk.  

Rute mendaki menuju Puncak Cot Neuraka | DOk. SIKONYOL.com

Begitu juga tak ubahnya Track MTB Cot Neuraka ini yang terletak di Gampong Panton Raya Kecamatan Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh. Tidak sedikit para rider MTB Bumi Abdya bermandikan keringat dibawah pancaran sinar matahari pagi tatkala menaklukkan puncak Cot Neuraka ini. Seolah semangat menggapai puncak persis sang pujangga menaklukkan hati Permaisuri Raja. Berbagai rayuan dilontarkan. Bila pun perlu ke dukun sekalian... Sobat jangan ikut-ikutan pujangga yang demikian karena ke dukun itu syirik dosanya

Yang anehnya lagi terkadang antara jatuh saat mendaki atau turunan bukannya meraung kesakitan malah meraung dengan canda tawa. Siapa sih yang tidak merasa happy bila sudah demikian? Jangankan rider MTB Bumi Abdya, saya yakin mantan yang sudah pisah 7 kali purnama pun bakal merasa happy bila demikian jadinya. Mengenai soal balikan sama mantan, maaf itu diluar kehendak kita. Ya kan?

Oh ya, hampir lupa. Penamaan track MTB Cot Neuraka oleh para rider grup sepeda MTB Bumi Abdya. Dimana nama tersebut dalam Bahasa Aceh Cot Neuraka yang berarti Ketinggian Neraka. Bila ditanya apa Filosofinya, aku akan angkat topi dan menyerah diri untuk tidak menjawabnya. Karena sampai sekarang, jangankan filosofinya. Maksud dan tujuan penamaan Cot Neuraka saja aku tidak mengetahuinya dengan pasti. Yang jelas Cot Neuraka adalah track MTB yang sering di lewati oleh para rider BUMI Abdya yang tinggi, menantang dan terdapat pemandangan indah diatasnya.

Baca Juga : 

Pemandangan indah dari Cot Neuraka memang tidak ada obat kawan. Dari Cot Neuraka kita dapat melihat dengan jelas Pusat Kota Blangpidie dan pulau Gosong ditengah hamparan Samudera Hindia yang biru dan luas. Andai saja Pujangga singgah disini, aku yakin segudang Syair, Puisi romantis akan lahir disini. Begitulah umpamanya...

Sejenak sambil istirahat bisa menikmati Pemandangan Alam | Dok. SIKONYOL.com

Tidak jarang para Rider MTB Bumi Abdya, setiba puncak Cot Neuraka ini sering menghabiskan waktu dengan ngopi, ngeteh, makan senack bawaan, foto – fotoan dan bahkan terkadang tidur- tiduran hingga bermalas - malasan mininggalkan Cot Neuraka ini

Bila ditanya menantang tidak Cot Neuraka? Menurutku track MTB Cot Neuraka sangat menantang. Kenapa? Karena track yang memiliki ketinggian lebih kurang 200 MDPL dengan sekali mendaki saja. Namun usah ragu dan bimbang, sebab Cot Neuraka tidak hanya sekedar tinggi saja tapi ada pemandangan indah disana. Seindah apa? Sangat indah, silakan dilihat foto - foto dalam postingan ini. Mungkin bila ku seorang Pujangga pasti akan lukiskan keindahnnya dengan kata rayuan yang penuh gombal. Wkwkwk. 

Makan di Puncak Cot Neuraka | Dok. SIKONYOL.com

Selain menantang dan pemandangan indah, diujung track turunan Cot Neuraka itu terdapat tempat berendam dengan suasana adem dan menenangkan. Bila sudah sampai disini, biasanya kami para rider MTB Bumi Abdya tak pernah melewati momen berendam disini. Seolah bagaikan berendam dalam kolam di Negeri kayangan saja disini. Air dingin dan jernih yang disertai dengan bebatuan karang didalamnya.  Sungai ini bernama Krueng Sinaloh. "Gaki Raya Ulee Aloh". Translate saja sendiri artinya apa?

Berendam di Sungai Krueng Seunaloh | Dok. SIKONYOL.com

Selesai di perendaman ini Sungai Krueng Seunaloh ini, sepanjang rutenya kita akan melewati hilir sungai Krueng Seunaloh silih berganti. Kenapa? Karena sungai Krueng Sinaloh ini berlika - liku, seperti lika - liku laki - laki yang tidak laku - laku, atau bagi Jomblo yang Gagal Move On pasti beranggapan liku - likunya seperti alasan mantan saat ketahuan sering mendua. Wkwkwk.

Demikian ualasan Track MTB Cot Neuraka yang Indah menantang tak ada obat! Aku yakin bila teman SIkonyolovers kemari, pasti akan bersewa foto sepanjang rutenya dan akan tayang 2 kali purnama di Beranda Medsos Sobat. Dan yang pasti Track turunannya pun benar - benar alami dan asoi banget.  Ayo ke Cot Neuraka.!!!


Semoga Pengunjung Wisata Ujung Ulee Lheue Tidak Menyamakan Sampah dengan Mantan!

Semoga Pengunjung Wisata Ujung Ulee Lheue Tidak Menyamakan Sampah dengan Mantan!

Pantai yang berjarak sekitar 8 kilometer dari pusat kota Banda Aceh ini, akan terlihat ramai pengunjung tatkala sore tiba. Meskipun sebenarnya pemandangan paginya jauh lebih sempurna dengan suara gemuruh ombak yang menghantam bebatuan pantai dengan perlahan. Seolah saat itu jiwa ku sedang menitip rindu pada ombak. 
Ujung pantai atau muara Pelabuhan Ferri | Foto : Sikonyol.com
Pagi itu mentari belum bangun dari tempat peristirahatannya. Padahal hingar binar sinarnya sudah menyentuh alam semesta ini. Saat itu ku pacukan kuda hitamku (motor berwarna hitam) untuk menjejaki ujung daratan Kuta raja ini. Ya, ke pantai maksud ku. Untuk meneruskan pesan lirik lagu Ebiet G Ade, yang bertanya kepada karang dan kepada ombak. Meskipun ujungnya bertanya kepada Rumput yang bergoyang. Oh ya jangan tanya apa jawabnya... 

Dalam keadaan remang-remang, pelabuhan tempat kapal Feri penyeberangan Ulee Lheue Banda Aceh - Balohan Sabang pun menjadi tempat persinggahan awalku, sambil jepretan kamera menyoroti berbagai sudut pantai. Mulai kiri ke kanan, ke kanan ke kiri, atas bawah bawah, bawah atas dan terakhir gak tahu dari mana lagi. Hahaha.. Maklum abang suka jepret orangnya Dek! Kalau mau abang jepret, kemari aja dan sampari abang ya!!! Biar abang jepret sampe keringatan.

Tak lama bermain jepret-jepretan seorang diri, akhirnya di sebalah timur Kota Para Raja ini mulai tampak langit agak kemerah-merahan. Meskipun saat itu tidak semerah 'Anggur Merah', seperti Judul lagu Om Meggi Z. Tapi setidaknya merah jugalah namanya. Sehingga aku kembali memacukan Black Horse untuk keluar dari area pelabuhan itu, dengan tujuan menuju jembatan di perujung pantai Ulee Lheue. Amboi pandangan paginya menakjubkan, kawan!!

Disebelah kanan gerbang pelabuhan Ulee lheue, itulah jalan menuju kesana. Walaupun jalan penghubung tersebut agak sedikit tidak rata yang membuat badan sobat berjoget-joget tanpa irama. Tapi percaya lah jalan berjogetnya hanya sekitar 100 meter saja. Selepasnya jalan aspal hitam sudah menanti untuk anda jejaki.
Jalan ditengah Laut | Foto : Sikonyol.com
Pantai yang berjarak sekitar 8 kilometer dari pusat kota Banda Aceh ini, akan terlihat ramai pengunjung tatkala sore tiba. Meskipun sebenarnya pemandangan paginya jauh lebih sempurna dengan suara gemuruh ombak yang menghantam bebatuan pantai dengan perlahan. Seolah saat itu jiwa ku sedang menitip rindu pada ombak. 
Cak alahoi... virus lebay ku kembali kumat. Tapi yakinlah lebay ini modal untuk mengatakan I Love You untuk mu Dek!!

Baca Juga :

Ya, kembali lagi. Perjalanan ku pagi itu cukup luar biasa. Dimana, jepretan kamera smartphone ku ceklet-cekletan sepanjang sudut jalan. Tanpa sadar, saat itu yang terpikirkan olehku hanya mengabadikan segala sudut pantai ujung Banda ini. Padahal icon bateri lowbat sudah berbunyi berulang kali sejak keluar dari pelabuhan tadi. Maklum lupa dicas semalam, karena keburu tidur untuk mengejar mimpi sama anak pak Lurah.

Dah, setiba di jembatan perujung pantai ulee lheue, baperku kembali kambuh. Sehingga dari ketinggian jembatan tersebut ku nikmati pemandangan alamnya yang luas. Apalagi saat ku palingkan pandanganku ke arah jalan Ulee Lheue - gampong Jawa, aduhai amboi!! Bentangan laut yang luas membiru di batasi jalan dengan bekas tambak yang sudah ditelan tsunami. Seolah jalan tersebut terlihat membelah lautan hindia. 
Alamak!!!!! terpaksa jepret lagi dan lagi, sampai bunyi batri lowbat terakhir. 

Pinggir pantai ini memang sangat di buru oleh warga seputar Banda Aceh. Bila pagi sampai siang diburu oleh para pemancing sedangkan sore di buru oleh para penikmat pemandangan alam. Meskipun sebenarnya mereka juga sambil menikmati somay, bakso goreng dan berbagai makanan serta minuman lainnya. Ops... tapi dicelah-celah itu juga ada sebagian anak manusia yang sedang berlabuh rindu dan tenggelam dalam lautan asmara. Seolah dunia milik kakek dan neneknya saja. Padahal kakek dan nenek ku juga memilikinya. Hehehehe

Huft... ! Ya sudahlah, terserah apa tujuan sobat mengunjungi pantai yang berjalan di tengah laut ini. Sebab kita juga sadar betul bahwa tempat umum seperti ini memang sudah seharusnya dijaga bak menjaga permaisuri raja. Ya, maksudku menjaga kebersihannya. Walaupun fasilitas objek wisata disini tidak seperti objek wisata pantai Losari atau pantai-pantai indah dan megah lainnya, yang ada di Indonesia, yang menawarkan 1001 fasilitas. 
Ada dua tempat sampah | Foto : Sikonyol.com
Selain ini, jangan pernah sobat bertanya berapa harga penginapan, sebab jangankan penginapan toilet saja belum ada. Ya, maklum saja pengelolaan tempat wisata ini belum dilakukan sepenuh hati. Berdoa sajalah ya, amiin! 

Meskipun demikian, demi menjaga kebersihan pantai, disebelah kanan dan kiri jembatan juga sudah disediakan tempat sampah. Sehingga dengan demikian sangat mengharapkan kesadaran sobat untuk membuang sampah dari kemasan makan dan minuman yang sobat bawa pada tempat tersebut. Ingat,,,!! Bukankah sobat sudah tahu bahwa buang sampah sembarangan tidak seperti buang mantan sembarangan? 

Namun apalah daya, jika kata pepatah kuno yang masih populer di kampung-kampung, terutama kampungku, "Rambut sama hitam tapi cara berpikir pasti beda". Sehingga menurutku, hal ini sama persis seperti kasus di pantai ini. Ops.. bukan kasus lain-lain ya, mohon jangan berpikir lain-lain dulu, ya! Sebab kasus yang sedang saya maksud ialah kasus buang sampah sembarangan. 

Padahal saya yakin, mereka para pengunjung semua tidak buta aksara dan semua tahu bahwa buang sampah itu merupakan salah satu perbuatan yang tidak baik. Tapi apa, ya tetap saja seperti merasa tidak berdosa tatkala sampahnya ditinggalkan ditempat yang tongkronginnya. Sumpah, semoga kebelet setan ajalah kalau ada orang yang seperti ini. Atau mungkin barangkali, memang dia sudah duluan setan sebelum setan dapat gelar setan. 
Aduh... tu kan, abang kebawa emosi Dek!

Ya, semoga yang sudah pernah membaca tulisan ini, merupakan orang anti setan dan sadar bahwa buang sampah itu tidak sesemberangan buang mantan. Sebab buang mantan sembarangan pasti ada yang pungutnya. Walaupun pada hakekatnya sama-sama barang yang tidak dipakai lagi.

Jembatan | Foto : Sikonyol.com

Jalan ke Ligan, Betul-Betul 'Meuligan'

Jalan ke Ligan, Betul-Betul 'Meuligan'

Nama gampong Ligan menurut istilah bahasa Aceh, 'Ligan' yang artinya terkena (ternoda) dengan sesuatu, yang sebelumnya bersih menjadi bernoda. Sebagai contoh, 'Bajee lon meuligan leuhop' (Baju saya terkena lumpur).
Jalan Lintas dari Kecamatan Darul Hikmah ke Gampong Ligan
Hai sahabat sikonyolovers, semoga sehat selalu. Amin. Sudah lama aku tidak update posting di blog Sikonyol ini. Sekarang aku ingin mengulas dengan tidak panjang lebar tentang sebuah perjalan ke suatu tempat beberapa waktu lalu. Akibat kurang piknik kali ya,

Tempo hari lalu, aku bersama beberapa orang teman yang tak kusebut namanya, mengunjungi sebuah gampong yang ada di Kabupaten Aceh Jaya, Aceh. Ya, nama gampong nya Ligan, yang merupakan gampong yang berada di balik perbukitan dan jauh dari lintas jalan antar kabupaten Barat Selatan (Barsela).

Beberapa teman ku, awalnya tak pernah tahu, bila dibalik perbukitan yang terjal itu ada penghuninya. Sebab, sepanjang jalan yang berlika-liku bak bekas jalan ular piton ini tidak ada tanda-tanda kehidupan. Hanya pepohonan dan semak belukar yang membentang melebihi lapangan tenis meja, yang tidak pernah ku ukur berapa ukurannya.  Ah, macam planet luar angkasa saja!

Oh iya, Nama gampong Ligan menurut istilah bahasa Aceh, 'Ligan' yang artinya terkena (ternoda) dengan sesuatu, yang sebelumnya bersih menjadi bernoda. Sebagai contoh, 'Bajee lon meuligan leuhop' (Baju saya terkena lumpur). 'Meuligan' merupakan bentuk kata yang sudah di bubuhi awalan 'Meu' dari kata dasar 'Ligan'. Sehingga tak salah, bila bertolak kesana akan 'meuligan'.

Seperti pengalaman aku dan beberapa teman kemarin saat mengunjungi lokasi yang sudah sering berlangganan banjir ini. Naik turun persis seperti perahu yang sedang dihadang ombak ditengah samudera luas. Sesekali diatas terkadang juga dibawah. Ditambah lagi dengan keadaan jalan seperti sawah yang hendak ditanami padi oleh pak Tani saat musim turun kesawah tiba. Sehingga dengan sangat yakin seyakin-yakinnya, kami mengimpulkan tak ada perkampungan di balik bukit terjal ini. Ketahuan, Gak pernah ke gampong Ligan. Hehehe.
Jalan dipergunungan menuju Gampong Ligan,
selain banyak tikungan dan jalan mendaki juga ada kurap di jalan 
Lumpur dan kubangan ditengah jalan tak terhitung berapa jumlahnya. Meskipun tingkat kedalamannya tidak sedalam lubang buaya yang menelan tujuh jendral pahlawan Revolusi. Tapi setidaknya cukup membuat kami mengangguk-ngangguk seperti sedang mendengar musik di diskotik sambil melirik tante kesepian yang sedang menghisap rokok yang disertai sebotol anggur merah. Pengalaman banget ni, jadi Gigolo ya?? Ops.. Keceplosan.

Pemandangan alam disepanjang jalan yang kami melewati, tak seperti pemandangan yang pernah aku gambar saat Sekolah Dasar (SD) dulu. Dimana, setiap ada gunung pasti ada laut dengan perahu nelayan, walaupun digambar tersebut tak terlihat dengan jelas, nelayannya sedang apa. Tapi hanya pemandangan gunung dan lereng dengan pepohonan yang hijau mengelilinginya.

Lebih dari satu jam perjalan, akhirnya kamipun tiba ditempat tujuan. Yaitu, di gampong Ligan, Kecamatan Sampoiniet Kabupaten Aceh Jaya. Masyarakat disana lumayan ramai meskipun tak seramai peserta demo 212 di Monas pada tanggal 2 Desember 2016 silam. Akan tetapi bila aku perkirakan, jumlah mereka lebih dari 500 Kepala keluarga (KK) yang telah mengikralkan diri sebagai warga gampong setempat. 
Sisa banjir, yang membuat halaman rumah warga 'Meuligan'
Lingkungan perkampungan yang tidak terekpos media ini, sangat memprihatinkan. Pasalnya tatkala banjir tiba diawal Desember 2016 silam, tak satupun media pemberitaan di Aceh mempublis musibah banjir yang dialami warga gampong Ligan. Sehingga tidak ada yang memperdulikan bagaimana nasib korban banjir disana.  Mungkin efek gagal focus akibat bencana Gempa Pijay om!

Sepertinya nama gampong Ligan menjadi kutukan untuk mereka agar terus-terusan 'meuligan' dengan lumpur-lumpur sisa banjir serta untuk terus mengosumsi minuman air sumur yang 'meuligan' juga. Bayangkan bagaimana bila mereka diserang penyakit hanya karena mengosumsi minuman yang 'meuligan' oleh sisa banjir? 
Ruangan kelas Sekolah ini, sebelumnya 'Meuligan' lumpur sisa banjir setinggi 30 cm
Tak hanya itu, bangunan sekolah juga ikut 'meuligan' akibat terkena banjir. Bahkan menurut seorang guru lumpur-lumpur sisa banjir itu mencapai ketinggian 30 cm. Sehingga dengan terpkasa sekolah yang ada di gampong 'Ligan' benar-benar meuligan dan harus diliburkan sampai seminggu lamanya. Murid SD pasti senang, karena diliburkan? Hehehe pengalaman waktu SD.
Sisa-sisa banjir, masih tergenang
Aku dan beberapa teman yang menuju ke gampong ligan pun ikut meuligan, mulai dari mobil transportasi yang kami tumpangi hingga sandal baru pun ikut meuligan. Ah, promo sandal baru ini ya! Om sandal baru Om.

Tapi, Ya sudah lah, percuma saja bila aku teruskan keprihatinan ini. Sebab aku bukan reporter yang bertugas untuk meliput dan memberitakan berita. Aku hanya ingin mempersembahkan kekonyolan untuk negeri ini. 
Salam | #Sikonyol
Wisata Puncak Bogor, Antara Mimpi dan Hayalan

Wisata Puncak Bogor, Antara Mimpi dan Hayalan

Nah, begitu juga halnya dengan mimpi yang kumaksud dan kumiliki saat ini. Ops, bukan mimpi lain-lain ya, jangan terlalu jauh menggunakan nalar yang aneh-aneh. Apalagi sampai sobat sikonyolovers berpikir 'mimpi basah', ogahlah, sudah lewat tuch.
Menikmati jangung bakar dan segelas kopi pagi di Puncak, terasa bagaikan di Hawai | Foto : ku2h.com
Siapa sih yang tidak pernah bermimpi, ku yakin tak seorangpun di jagat raya ini tidak pernah bermimpi. Semua kita bermimpi, apakah mimpi itu baik ataukah buruk, semua itu adalah mimpi. Sehingga tidak sedikit orang pergi dan menjumpai ahli tafsir mimpi untuk mengetahui makna dari mimpi yang dialami oleh seseorang. Ada yang bilang beginilah, begitulah hantu belahulah dan lain-lain sebagainya. Padahal meskipun pada hakekatnya ahli tafsir mimpi tidak mampu menjamin dari mimpi yang ditafsirnya tersebut.

Kata orang bijak, seseorang itu harus punya mimpi. Iya, benar! Terserah seperti apa mimpi yang dia punya. Tapi ingat! bukan mimpi sembarang mimpi, apalagi mimpi disiang bolong, ketemu pocong, gigi ompong. Dan juga bukan kisah mimpi tertunda, jalan-jalan sama janda lalu belanja dan setelah itu bikin dosa. Ogah banget kan kalau ada mimpi seperti itu. Akan tetapi mimpi yang dimaksud disini adalah sesuatu yang bisa diharapkan. Dan yang diharapkan inipun memang bisa diraih, meskipun membutuhkan pengorbanan dan sejuta tantangan. Karena meraih mimpi itu pasti butuh proses, pahit atau manisnya proses tersebut akan menjadi sesuatu yang bernilai saat semua itu sudah tercapai.
Kata siapa tuch...?? Oom tetangga sebelah ya

Nah, begitu juga halnya dengan mimpi yang kumaksud dan kumiliki saat ini. Ops, bukan mimpi lain-lain ya, jangan terlalu jauh menggunakan nalar yang aneh-aneh. Apalagi sampai sobat sikonyolovers berpikir 'mimpi basah', ogahlah, sudah lewat tuch.

Ya, sebenarnya mimpi yang aku maksud disini ialah mimpi berwisata ke puncak, Bogor. Kenapa kesana? Mungkin bila ditanya alasan, akan beragam jenis alasan yang akan ku beri untuk menjawab pertanyaan ini. Salah satu alasannya, kepingin nikmati suasana baru dan berbagai alasan lainnya. Mungkin dari satu sisi, sobat sikonyolovers bisa juga menjawab alasan lainnya, kenapa harus ke puncak?
Lihat saja bagaimana selengkapnya info tentang puncak, Bogor ini.
Menurut hasil searching, Prof. Google mengatakan bahwa wisata puncak adalah sebuah tempat wisata yang ada di Kabupaten Bogor yang memiliki jarak sekitar 70 Kilo Meter dari arah Selatan Jakarta. Selain itu, wisata puncak ini juga masuk dalam kawasan Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Posisinya tepat dilereng pergunungan Gede Pangrango dan juga termasuk dalam bagian kawan Taman Nasional Gede Pangrango. (Sumber : id.wikipedia.org)
Berbicara tentang puncak, sepertinya memiliki ciri khas tersendiri yang tergambarkan dalam imajinasi. Dimana, kebun teh yang hijau dan luas ini yang disertai background pemandangan gunung, seolah memiliki daya tarik tersendiri. Apalagi buat sobat sikonyolovers yang memiliki hobi selfia. Sungguh terlihat sangat luar biasa, sebab background pemandangan ini sangat jarang kita dapatkan didaerah lain. Ahahahah, hampir mirip dibelakang rumahku, pemandangannya Om.

Salah satu pemandangan Puncak | Foto : notetraveling.com
Ada kebun teh, perbukitan dan pepohonan yang rindang dengan suasana sejuk menusuk roma, tentu akan membuat sobat sikonyolovers yang berkunjung kesana merasakan sensasi asli pergunungan. Udara segar, bersih dan angin yang membelai dedaunan dikebun teh, seakan bergoyang bak penari balet yang lincah dan menawan. Sungguh takjub rasanya bukan?

Ah, semakin jauh saja hayalanku tentang wisata puncak ini. Padahal akunkan belum pernah kesana. Aku tahu tentang suasana puncak pun hanya melihat cuplikan dari film yang ada di televisi. Sedangkan selebihnya bantuan informasi dari Prof Google. Oh iya, sebenarnya, meskipun tak pernah atau belum pernah kesana, ternyata untuk berwisata ke puncak itu sungguh sangat gampang. Pasalnya wisata andalan pulau jawa ini memiliki banyak tempat penginapan, seperti hotel, wisma, Villa dan tempat penginapan lainnya.
Salah satu hotel Puncak | Foto : traveloka
Dan hotel disinipun sangat mudah untuk sobat sikonyolovers yang ingin membookingnya. Asal sobat sikonyolovers memiliki smartphone versi android atau Iphone, maka sudah bisa untuk booking hotel atau tempat penginapan yang ada diseputaran puncak ini dengan memanfaatkan berbagai aplikasi online yang ada dan terpercaya. Bilapun hanya sekedar cek harga hotel atau harga tiket penerbangan dengan berbagai maskapai penerbangan, juga bisa. Nah, tunggu apalagi!!
Ah kayak iklan pula, cara ngajak orang...!!

Hmm.. Jangan tanya ya, kapan aku kesana. Karena aku yakin, separuh mimpiku untuk kesana akan terwujud, terserah kapan dan dengan siapa kesana. Yang pasti hanya Tuhan yang tahu dan biarkan waktu yang akan memberitahu. booking hotel puncak  wisata puncak akhir pekan  puncak bogor  Jalan-jalan ke Puncak Bogor    booking hotel puncak  wisata puncak akhir pekan  puncak bogor  Jalan-jalan ke Puncak Bogor    booking hotel puncak  wisata puncak akhir pekan  puncak bogor  Jalan-jalan ke Puncak Bogor