Makan Di Rumah Makan Aceh, Tak Perlu Harus Menunggu

Disana jangan pernah kamu mencoba untuk menunggu makanan dan menu favorit kamu dihidangkan. Sebab ditunggu hingga datang malaikat Izrail pun, makanan dan menu favorit yang bikin kamu ngiler keluar air liur se-literpun tidak bakal dihidangkan
Mau makan? silakan ambil sendiri | Foto : okezone
Sekiranya aku bertanya "Siapa yang belum pernah makan di warung makan Aceh?" yang merasa orang Aceh pasti tidak perlu harus menjawab pertanyaan yang tidak penting ini. Lalu bagaimana dengan yang non Aceh? Ya, tinggal jawab saja, sudah atau belum. Simpel bukan? Bingung???

Memang sih, pertanyaan tentang yang pernah atau yang belum pernah makan di warung atau rumah makan Aceh tidak sesulit pertanyaan ayah sicinta saat menanyakan kapan anaknya kamu nikahi?  Dengan posisi kamu sebagai pengangguran Intelektual. Apalagi sampai harus mengumpul mahar 30 mayam emas dulu. Wuih, sumpah keringan dingin bak kecebul ke dalam kolam asmara yang basah dari ujung rambut hitam yang keriting sampai ke ujung jari kaki kelingking. 

So, pertanyaan itu setidaknya cukup untuk dijadikan alasan untuk memperjelas tentang ulasan artikel  blog Sikonyol.com yang tidak pernah update hampir satu caturwulan ini. Ya, ku harap Sobat Sikonyolovers sejagat maya ini bisa memakluminya.

Mengenai makan, tanpa harus ku tanya ke orang-orang, suasana makan di warung atau rumah makan Aceh sudah jelas jauh berbeda dengan makan di restoran hotel berbintang. Walaupun sebenarnya hotel yang dimaksud tidak ada simbol bintang yang berbentuk foto atau gambar yang dipajang di dinding -dinding hotel. Apalagi monumen bintang, sangat tidak mungkin ada.

Baca Juga : 
Lalu dimana juga bedanya? Ya, pada pelayanan, rasa dan hidangan yang disajikan serta suasana bak rumah sendiri dengan masakan sang istri yang penuh dengan rasa kasih sayang. Ops, yang jomblo dilarang jones ya. Sedangkan kata pujangga kelas 2 dari negeri awan, makan di rumah makan Aceh itu asam garamnya sama seperti asam garamnya kehidupan yang penuh dengan lika liku dan cobaan menuju gerbang kedewasaan. Sumpah pujangganya maha Alay.

Meskipun tidak mendeskripsi menu makanan sajian kuliner Aceh, namun ada hal yang bersifat sunat muakat hukumnya untuk kamu ketahui saat makan di rumah makan Aceh. Dan ini tidak berlaku di rumah makan atau restorant yang berbintang-bintang dengan pelayan yang stand by dari terbitnya fajar sampai batas Pukul 00.00 WIB.

Dimana, kamu hanya tinggal panggil, “Yan!! ini, itu pake lado, minumnya es kosong gak pake es and bra,,bra,,, ”  tinggal tunggu, tak lama kemudian sampai pesanannya diantar si Yan. Siyan disini ialah pelayan ya, bukan nama asli orang.

Akan tetapi dirumah makan Aceh tidak demikian. Disana jangan pernah kamu mencoba untuk menunggu makanan dan menu favorit kamu dihidangkan. Sebab ditunggu hingga datang malaikat Izrail pun, makanan dan menu favorit yang bikin kamu ngiler keluar air liur se-literpun tidak bakal dihidangkan. Jadi, bagaimana juga? Ya ambil piring sendiri, taruh nasi secukupnya, ambil menu menurut selera dan silakan tempati meja yang tersedia. Mungkin biar gak mubazir.
Suasana dalam Rumah Makan Aceh | Foto : Info-Kuliner.com
Yang perlu diingat, meskipun tidak dihidangkan, ada hal yang istimewa yang tidak bakal kamu dapatkan di warung atau rumah makan Aceh. Ya, yaitu menu pengiring lauk pauk yang kamu letakkan di piring nasi, seperti kuah dari segala jenis, semua jenis sayur dan sambil merah dan ijo, itu tidak perlu dibayar alias gartis. Kamu hanya dibebankan untuk membayar menu lauk utama, seperti Ikan, Telur, Ayam dan jenis menu utama lainnya. Jangan sampai lupa ya, dibagian paragraf ini, bila perlu dicatat dalam hati dan digaristebalkan. Hehehehe

Sedangkan air minumnya untuk antisipasi kamu keselek, pelayan rumah makan Aceh sungguh sangat pengertian untuk urusan yang satu ini. Bila dibandingi dengan istri sholeha, kadar pengertiannya berada pada level sebelas dua belas deh. Sebab tanpa kamu pesanpun, air minumnya kalah cepatnya pengiriman paket kilat barang antar Provinsi se Nusantara. Bukan perusahaan pengiriman barang yang sering di Iklankan oleh TV tetangga sebelahkan?

Nah, sudah tahu kan? cara makan di rumah makan Aceh, yang tidak harus bikin kamu lebay hingga tingkat dewa.
Previous
Next Post »

28 Comments

  1. Seumur-umur aku belum pernah makan di.rumah makan.aceh, kalau.mie.aceh mungkin sudah pernah mencicipi , tapi kalau sengaja makan di rumah makan aceh aku belum pernah... Salah satu sebabnya karena di kota karawang aku belim.menemukan rumah makan aceh, kalau rumah makan padang itu banyak ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba tanyakan ke Google, apa ada yg dekat dengan wilayahnya Mas?

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  2. sayang di Bengkulu kaykanya belum ada rumah makan Aceh seperti ini mas. Asik memang kalau pas lapar dapat makanan enak, banyak dan pelayanan ok

    BalasHapus
    Balasan
    1. lapar ya... Hehehe.
      Monggok maka di sini ni. Ambil nasi sendiri dan sesuai kan sendiri menunya.

      Hapus
  3. Oh awalnya kukira makan mie aceh yang gak perlu nunggu. Ternyata warung makannya toh. Aku juga pernah nemu warung ala prasmanan kayak gini di Jogja. Murmer.

    BalasHapus
  4. Kalo lagi gak punya duit, boleh gak tuh makan pake kuah2an aja. Gak pake lauk. Kan kuahnya free ya. Biasanya buat mahasiswa akhir bulan, penting banget yg free begini. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ckckckckckck........
      Ide cerdas juga ya.
      Tapi kayaknya gak dikasih tuh.
      Syaratnya harus beli nasi sama lauknya dulu, baru kemudian lauk pengiring nya gratis.

      Hapus
  5. Belum pernah nyoba makan di rumah makan Aceh. Hehee, tapi yang saya dengar masakan Aceh yang berada di Aceh nya, suka menambahkan ganja ke dlaam masakannya, karena sebenarnya ganja itu bumbu masakan, kalau dikit katanya nggak papa.Hehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, ini yang sangat tersinggung saya. Komentar Anda hoaks. Dan seperti nya mbak salah ambil referensi dech. Sama seperti Ust. Khaliq Basballah dulu. salah ambil referensi mengenai ganja Aceh. Dan pernyataan itu mendapat kecaman dari masyarakat Aceh. Aku harap mbak tidak mengalami hal yang sama dengan Ust. Kahliq Basmallah.
      Terima Kasih

      Hapus
  6. Wahh,, point yang menarik ini bang, sayur pendamping ga dikenain biaya. Semoga nanti di Bengkulu juga buka rumah makan Aceh, aamiinnn.

    BalasHapus
  7. Belum pernah sih kak, pun kalo makan mi aceh juga dianter heheheh modelnya prasmanan berarti ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmmmm...... Mia Aceh?
      Mank suka mie Aceh juga ya.

      Hapus
  8. Belum pernah makan di warung Aceh, paling padang. Enak tuh kalau makan gak perlu nunggu lama. Apa semua warung Aceh begitu ya pelayanannya? Salut deh

    BalasHapus
  9. Ini warteg, sama makan di warung sunda juga sama kok kaya gini.

    Ngambil sendiri, kuah dan sambal gratis.

    Minum diambilin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oo.. Mas Andhika (bukan Kangen band) berasal sunda ya.
      Aku baru tahu juga, kalo sunda juga sama.

      Hapus
  10. Oke mas. Aku sudah paham dan pastibahagiakan perut anak kos yang perlu makan banyak tanpa perlu lauk banyak. Cukup nasi dan kuah hahaha

    BalasHapus
  11. Setuju sama mas Andhika (bukan Kangen Band) mirip warteg konsepnya hehe
    Tapi di sana boleh nambah ga? Ada beberapa warteg yang saya tau boleh ambil menu sendiri plus boleh nambah lagi sampe hablah-hablah. Cocoklah untuk porsi kuli wekekek

    Ngg... rumah makan aceh ini hanya ada di aceh kah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo untuk nambah itu di cas lagi.
      Kecuali ambil porsi tukang bangunan alias vorsi Jumbo. Bayar a tetap sama.

      Untuk rumah makan Aceh juva ada diluar Aceh.

      Hapus
  12. Di Jawa juga banyak tempat makanan yang self service mas, jadi nggak kaget apalagi sampe lebay sih...hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ckckckckck...........
      Justru melalui tulisan lebay ini, sya bisa tahu kalo di Jawa juga yang demikian.

      Hapus
  13. Tadi mlm udah komentar...kok ga masuk ya..
    Di kota saya ga ada rumah makan aceh...
    Cuma ada warung mie aceh..
    Tapi ga ngambil sendiri...
    Harus dimasakin dulu hehehe

    Jd pengin rasakan sensasi makan di rmh makan aceh

    BalasHapus
  14. Seumur-umur aku pernah ngerasain masakan Aceh di warung makan khas Aceh yang ada di Jakarta, tapi ngga prasmanan kayak gini.
    Enak juga rasanya ...

    Sayangnya dikotaku,tempat tinggalku sekarang ini ngga ada pedagang kuliner khas Aceh.

    BalasHapus

Silakan tinggalkan komentar Anda! Di bawah ini!