Recommended

Pantai Ujong Serangga: Saat Nelayan Pulang, Disitu Pula Muda-Mudi Lupa Pulang

Pantai Ujong Serangga tak beda dengan pantai lainnya yang ada dunia. Dimana laut, pasir, ombak dan perahu nelayan berada pada tempat yang sa...

Pantai Ujong Serangga: Saat Nelayan Pulang, Disitu Pula Muda-Mudi Lupa Pulang

Pantai Ujong Serangga: Saat Nelayan Pulang, Disitu Pula Muda-Mudi Lupa Pulang

Sunset Indah di Pantai Ujong Serangga - SIKONYOL.com

Pantai Ujong Serangga tak beda dengan pantai lainnya yang ada dunia. Dimana laut, pasir, ombak dan perahu nelayan berada pada tempat yang sama. Itulah gambaran yang menjadi ilustrasi dari sebuah imajinasi seseorang ketika mendengar kata Pantai. Ah hampir kayak Vicky Prasetyo Gaya bahasanya...wkwkwk hmph...

Pantai yang menjorok ke laut ini menjadi salah satu spot Wisata legendaris di tanah Aceh Barat Daya (Abdya), baik pagi maupun saat sore tiba. Kenapa demikian? Karena keindahan alam dan kelakuan unik manusia lokal disana yang kontras menurut beda usia. Para Nelayan yang sudah berumur pulang ke rumahnya masing - masing malah yang muda lupa pulang ke rumahnya.
Sekali lagi, Kenapa dan kenapa?

Hal demikian akan kita ulas dalam kilas balik Pantai Ujong Serangga yang ada di Kecamatan Susoh ini yang memiliki daya magis yang kuat. Saking kuatnya, tempat ini bisa bikin orang lupa rumah, lupa jam, bahkan lupa kalau dompet makin menipis yang akhirnya berujung pada nangis. Kalau sudah demikian, siapa yang harus disalahkan? mikir!!!

​Pesona Magis: Keindahan Pantai Ujong Serangga Abdya

Sunset Indah di Pantai Ujong Serangga - SIKONYOL.com
Suasana Indah di Pantai Ujong Serangga - Dok. SIKONYOL.com
Soal estetika, keindahan Pantai Ujong Serangga ini memang gak perlu diperdebatkan lagi di Mahkamah mana pun. Baik Mahkamah Syar'iyah maupun Mahkamah Konstitusi. Bahkan tidak ada alasan untuk membantah akan keindahan Pantai Ujong Serangga ini. Garis pantainya yang luas, angin sepoi-sepoinya konstan bikin ngantuk, dan sejauh mata memandang kita bakal disuguhkan hamparan Samudera Hindia yang luas dan dalam, seperti bagian lirik lagu Iwan pada tahun 90-an silam

"Sedalam - dalam - dalam lautanya Hindia lebih dalam cintaku padanya... ah. pret.!!

Baca Juga :

Adakalanya Pantai Ujong Serangga, pada saat tertentu pemandangan langit senja di sini gak cuma berwarna jingga standar. Bahkan tak jarang pada momen-momen tertentu, langitnya berubah jadi cotton candy sky dengan perpaduan warna merah muda dan ungu. Seolah - olah suasananya sangat romantis ! Apalagi ada pacar disamping, air kepala muda didepan atas meja dan sesekali lirik lekuk matanya. Aduhai... yang lain terasa ngotrak didunia ini.

Pokoknya sangat cocok menikmati sunset sore yang indah disudut Pantai ini sambil bengong meratapi nasib atau sekadar pamer di Instagram Story kepada mantan yang telah berlalu sekian purnama. Biar dia tahu, meskipun kamu kesepian, pemandangan di belakangmu tetap berkelas dunia!

​Jam Enam Sore: Nelayan Pulang, Pantai "Berganti Pemilik"

Nongkrong di Pantai Ujong Serangga - SIKONYOL.com
Nongkrong di Pantai Ujong Serangga - Dok. SIKONYOL.com
Destinasi Wisata yang satu ini memiliki siklus kehidupan yang paling unik. Bila datangnya subuh atau pagi hari, maka akan bertemu dengan penguasa asli Ujong Serangga yaitu para nelayan dan bapak - bapak Muge ikan alias penampung dan penjual encer ikan segar yang membawa 2 raga di belakang sepeda motornya. 

Namun berbeda lagi saat​ jarum jam bergeser ke sore hari, peta kekuasaan langsung berubah total. Nelayan dan para muge sorenya sudah tidak ada lagi berkeliaran di pantai. Perahu-perahu tradisional mereka sudah ditambatkan rapi di dekat dermaga dan sekitaran dermaga, bersandar pasrah setelah lelah bertarung dengan ombak. Begitu para pekerja keras ini pulang ke rumah untuk istirahat, saat itulah pantai ini resmi "diserahterimakan" secara tidak langsung kepada penguasa sore hari yang berpenampilan segar dan hanya berkeliaran didarat saja.

​Fenomena Sosial: Muda-Mudi Suka Nongkrong Hingga Lupa Waktu Pulang


Nah, ini dia bagian yang sesuai dengan judul kita tadi. Begitu langit sore menjelang sunset tiba, meja dan kursi plastik di sekitaran garis pantai bermunculan beserta dengan penghuni sore harinya.

​Suasana sore pun berubah, langit sore yang perlahan - lahan bertransformasi menjadi warna jadi pink keunguan estetik terlihat makin syahdu, saking syahdunya, banyak muda-mudi suka nongkrong hingga lupa waktu pulang. 

Obrolan dari yang awalnya bahas masa depan sampai bahas konspirasi alam semesta mengalir tanpa rem. Saking asyiknya larut dalam tawa dan jepretan kamera, sebagai bahan pamer di media sosial. Dan bahkan puncaknya sering kali bikin miris hingga sholat Magrib lewat begitu saja! Allahu Akbar. jangan dek ya, jangan!!

Baca Juga :

Semua kita sepakat, senjanya memang indah dan gratis dari Tuhan, tapi jangan sampai saking khusyuknya natap sunset, kamu sampai lupa menghadap yang Bikin Sunset.

Keindahan alam itu harusnya bikin makin bersyukur, bukan malah bikin kuota dosa makin subur. Sudah seharusnya, begitu azan Magrib berkumandang dari masjid terdekat di Susoh, langsung bubar dulu buat ambil wudhu. Lagi pula, tidak perlu harus beribu alasan untuk malas, karena disekitaran Ujong Serangga itu ada Mushola terdekat yang aktif dengan Jamah Magribnya. Intinya, Penikmat Sunset iya, magrib pun gak lewat. Na, baru namanya anak muda berkelas dunia dan akhirat.

​Kuliner Pinggir Pantai: Bisa Ngopi, Minum Kelapa, Sampai Pesan Mie


Nongkrong berjam-jam jelas butuh amunisi biar lambung gak demo minta dipenihi haknya. Untungnya, fasilitas kuliner di sekitar pantai Ujong Serangga ini sudah sangat memanjakan lidah dan ramah di kantong kawula muda diamanapun berada.

​Di sekitaran pesisir Pantai Ujong Serangga ini, tidak hanya bisa ngopi dengan konsep estetik beralaskan pasir beratap langit namun minum kelapa muda langsung dari tempurungnya juga ada. Dan bilapun merasa lapar berat tinggal pesan mie, serta aneka snack dan gorengan lainnya sebagai pelengkap. Bukan kah Makan mi hangat di pinggir pantai saat angin sore mulai dingin itu nikmatnya doubel bingit? Gak ada lawan!

​Apakah Cocok Pantai Ujong Serangga Cocok untuk Wisata Keluarga?

Suasana di Pantai Ujong Serangga - SIKONYOL.com
Suasana di Pantai Ujong Serangga - Dok. SIKONYOL.com

Jawabannya, Sangat cocok! Pantai Ujong Serangga ini areanya luas dan ramah untuk semua umur. Anak-anak bisa main pasir di pinggir pantai akan tetapi tetap perlu pengawasan orangtua walaupun ayah-ibu bisa duduk santai di pondok sambil minum kelapa muda dan sekali lagi, jangan lupa waktu untuk pulang atau beribadah saat magrib tiba.

​Sebagai catatan tambahan buat para pencinta estetika, foto-foto dokumentasi yang kita pakai di artikel ini adalah potret Ujong Serangga pada tahun 2021.

Meskipun sudah berlalu beberapa tahun, keindahan gradasi warna langitnya tetap konsisten bikin rindu siapa saja yang pernah menginjakkan kaki di sana.

Pantai Ujong Serangga Dimana?

Tanya alamat, berarti kepomu sudah mulai aktif dalam ke-penasaran-an. Biar tidak kesasar sampai ke kabupaten tetangga, berikut adalah panduan lokasinya:
  • Lokasi/Alamat: Desa Padang Baru, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Provinsi Aceh.
  • ​Aksesibilitas: Sangat mudah dijangkau. Jaraknya hanya sekitar 5-10 menit berkendara menggunakan roda dua maupun roda empat dari pusat kota Blangpidie (Ibu Kota Abdya). Jalannya sudah mulus, jadi gak ada alasan buat gak mampir.
Nah, gimana? Kapan ngopi bareng di atas pasir Ujong Serangga yang beralasankan pasir dan beratap langit? Ingat ya, nikmati senjanya, bawa pulang sampahnya, dan jangan sampai kelewatan Magribnya!
Sanger Kopi: Menu Pilihan yang Hanya Ada di Aceh

Sanger Kopi: Menu Pilihan yang Hanya Ada di Aceh

Sanger Kopi: Menu Pilihan yang Hanya Ada di Aceh - SIKONYOL.com

"Sanger saboh, Bang!"

Seperti itulah kalimat yang paling sering terucap saat seseorang memesan kopi di sebuah warung kopi alias warkop di Aceh. Kalimat yang berarti "Sanger satu, Bang!" itu seolah sudah menjadi mantra wajib di sini.
Istilah "Sanger" lahir di era 1990-an dari buah pikir mahasiswa di Banda Aceh. Saat kondisi ekonomi sedang sulit, kanker alias kantong kering pun terjangkit dan keinginan untuk menikmati kopi kelas pejabat dengan harga merakyat
Sejagat Nusantara yang sudah pernah ke Aceh pasti tahu, kalau mendengar kata Aceh, impresi pertama mereka adalah: Sejuta Warung Kopi. Kenapa? Karena warung kopi di Aceh itu ibarat jamur di musim hujan; tumbuh subur di berbagai sudut kota. Bila dibandingkan dengan warung makan, beuh!!! Kalah telak banyaknya dengan warung kopi.

Selain jumlahnya yang menjamur, warkop di Aceh itu tak pernah sepi. Mereka buka hingga larut malam, bahkan tidak sedikit yang beroperasi penuh 24 jam. Bayangin, saingannya cuma Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit!. Bukan kaleng-kaleng, ka si Maell!

Pun demikian, di antara sekian banyak menu kafein yang ditawarkan, ada satu menu kopi yang menurutku lain daripada yang lain. Uniknya, nama menu ini sama sekali tidak menyentuh atau menggambarkan bahan dasar dari minuman itu sendiri. Yaitu: Sanger.

Baca Juga :

Iya, bagi sebagian orang yang datang dari luar Aceh, sanger mungkin terlihat tak ada bedanya dengan kopi susu atau caffe latte biasa. Kenapa? Dikarenakan warnanya yang cokelat muda keemasan, disajikan hangat dengan buih halus di permukaannya. Tapi ingat, ini bukan buih deterjen, ya! Ini adalah buih kenikmatan dari cita rasa kopi yang sebenarnya.

Sesendok saja mendarat di lidah, Anda akan langsung tahu bahwa minuman ini punya kasta tersendiri, sekaligus mampu mematahkan asumsi keliru Anda tentang warna "cokelat muda keemasan" pada kopi susu biasa.Sanger bukanlah kopi susu yang hanya sekadar manis dan ada aroma kopinya. Sanger adalah sebuah racikan presisi, di mana pahit-gurihnya kopi Robusta lokal tetap berdiri gagah, sementara sentuhan susu kental manis hadir secara samar dan tahu diri—hanya untuk melembutkan karakter keras dari sang kopi.

Sejarah Sanger: Kompromi Cerdas ala Mahasiswa Kantong Tipis


Banyak rumor yang beredar, sejarah sanger ini bukan seperti sejarah pahlawan dalam buku pelajaran sekolah yang tak berkesudahan. Beda buku beda cerita sejarahnya. Namun Sanger ini tidak demikian. Sejarahnya hanya satu versi dan sama, meskipun berbeda orang yang menceritakan sejarahnya. Dan sudah menjadi cerita umum, di balik kenikmatannya yang legendaris sanger, ada kisah sejarah yang sangat menyentuh sekaligus cerdas di balik kemunculan sanger.

Istilah "Sanger" lahir di era 1990-an dari buah pikir mahasiswa di Banda Aceh. Saat kondisi ekonomi sedang sulit, kanker alias kantong kering pun terjangkit dan keinginan untuk menikmati kopi kelas pejabat dengan harga merakyat sambil menyelesaikan tugas kuliah di warkop. Sementara uang pas-pasan untuk bertahan hidup sebulan ditambah menu kopi susu biasa yang harganya relatif mahal. Di tengah impitan dilema itulah, sanger hadir sebagai sebuah jawaban telak atas keinginan yang berbanding terbalik dengan isi dompet Mahasiswa saat itu.

Baca Juga :

Dengan watak orang Aceh yang enggan menyerah pada keadaan, para mahasiswa ini memutar otak dan melobi abang peracik kopi warkop. Mereka meminta dibuatkan kopi hitam Robusta yang diberi sedikit susu kental manis sealakadarnya, yang penting harganya pas dengan sisa koin di kantong mahasiswa. Sehingga muncul lah menu Sanger kopi yang merupakan singkatan dari "Sama-Sama Ngerti" (Sanger). Mahasiswa mengerti kondisi keuangan mereka, dan abang warkop mengerti serta mau memberikan solusi tanpa merusak harga diri pelanggannya. singkatnya, kopi iya! susu pun iya dan harga di sesuaikan.

Pembuatan Sanger Beda Dengan Kopi Susu Biasa

Jangan heran kawan! Bila melihat proses pembuatan sanger di warkop yang ada di Aceh. Pembuatannya secara tradisional, yang pastinya bukan seperti bikin minuman biasanya, yang hanya menekan tombol mesin espresso digital sambil bergaya necis. Disini, kunci kenikmatan sanger berada di tangan abang peracik kopi yang memegang kain saringan katun untuk menyaring seduhan kopi ke dalam gelas yang sudah di tetesin susu secukupnya. Dan ini juga bukan sekedar saring - menyaring. Ada tekniknya, yang hanya diketahui oleh abang pembuat kopi, berapa takaran susu dan berapa kali saring itu ditarik serta berapa tinggi saringnya, hingga busa kenikmatan kopi menyatu dengan perpaduan susu yang ada dalam gelas. Jelasnya, ritual saring - menyaring kopi tersebut dilakukan begini :
Abang peracik sedang menyaring kopi sanger - SIKONYOL.com
Abang peracik sedang menyaring kopi sanger | Dok. SIKONYOL.com

1. Bubuk Kopi Kasar Diseduh Dengan Air Panas

Bubuk kopi Robusta kasar yang super pekat diseduh dengan air mendidih di dalam teko aluminium, kemudian ditempat diatas periuk air panas mendidih. teko ini sekaligus digunakan sebagai tutup periuk air panas tersebut.

2. Seduhan Kopi Hingga Matang

Setelah biji kopi robusta kasar yang dalam teko dibiarkan matang hingga 10 - 15 menit. Kemudian, dituangkan dalam saring katun tadi lalu ditarik tinggi-tinggi ke udara dari satu teko ke teko lainnya.

3. Penyaringan Bubuk Kopi

Gerakan menarik tangan ini dilakukan berulang kali dengan kecepatan penuh untuk membuang ampas halus, mengeluarkan aroma kopi sampai ke titik maksimal hingga muncul buih busa alami. Di saat yang sama, di dasar gelas kaca sudah menunggu sejumput susu kental manis yang takarannya tipis tadi. Begitu kopi panas hasil atraksi tarik-menarik itu dituang, peracik akan mengaduknya dengan gerakan super cepat menggunakan sendok kecil. Ting-ting-ting!. Bunyi sendok yang beradu dengan gelas kaca itu adalah musik latar paling merdu yang menandakan sanger legendaris untuk Anda sudah siap dihidangkan.

Evolusi Sanger: Dari Warkop Pinggiran hingga Naik Kelas

Hebatnya, sanger yang harganya segelas Rp. 8.000 sampai dengan Rp. 10.000 (harga per - 2026) merupakan varian menu sama sama ngerti antara mahasiswa dan peracik kopi, yang merupakan menu "penyelamat dompet mahasiswa" di warkop lantai semen, sekarang sanger sudah naik kelas secara terhormat. Amboi... pinter bener ya. hmph... wkwkwk

Kini sanger patut membanggakan diri, Di coffee shop modern bergaya industrial kekinian di Aceh pun sudah masuk sebagai salah satu menu pilihan. Rasa - rasanya, ini sama seperti dari kelas mahasiswa menjadi kelas pejabat, tapi harga tetap standar, merakyat.

Kini sanger sudah tersedia varian baru bernama Sanger Arabika. Racikannya sama, hanya saja menggunakan biji kopi Arabika Gayo premium yang diekstrak, menghasilkan rasa sanger yang lebih kaya (fruity) tapi tetap mempertahankan rumus aslinya: sedikit susu, dominan kopi! Bisa dibilang sama - sama ngerti ala mahasiswa dan peracik kopi tetap ada.

Baca Juga :

Tak hanya itu, sanger juga lebih jos bila ditambahkan es. Ops, bukan sangerss ya. Tapi yang ditambah es ini namanya sandi alias sanger dingin. Pokoknya cukup menyegarkan kerongkongan,

bisa kalau Anda nongkrong di sore hari saat cuaca Aceh sedang terik-teriknya, ada juga varian Sandi (Sanger Dingin). Ditambah bongkahan es batu, rasanya langsung sukses menyegarkan kepala yang pening akibat rutinitas harian.

Apakah Sanger Benar-Benar "Hanya Ada di Aceh"?

Kalau bicara soal peta lokasi, di era sekarang mungkin Anda bisa saja menemukan tulisan menu "Sanger" di warkop-warkop berlabel Kuliner Aceh yang ada di Medan, Jakarta, atau kota pelajar seperti Yogyakarta. Akan tetapi, secara harfiah, minumannya sudah merantau ke luar daerah. TETAPI... (nah, ini ada tapinya, dan ini penting!)

Merasakan sanger di luar daerah itu rasanya seperti menonton konser band favorit lewat rekaman HP temen; bentuknya ada, tapi energinya enggak nyampe! Ada beberapa alasan konyol tapi nyata kenapa sanger sejati itu tetap "Hanya Ada di Aceh":

Sentuhan "Abang Peracik" Asli:

Barista di Jakarta boleh jago bikin art latte berbentuk hati, tapi mereka belum tentu punya otot lengan yang terlatih untuk menarik kopi setinggi dua meter menggunakan teko dan saringan kopi tanpa tumpah sedikit pun. Kenapa? karena Jam terbang abang peracik di Aceh itu sudah level dewa. Takaran, kecepatan dan ketepatan adalah teknik andalannya untuk seduhan kenikmatan citra rasa sanger Aceh.

Sanger Lebih dari Sekadar Kopi Susu

Pada akhirnya, segelas sanger bukan cuma tentang bagaimana mencampur kafein dan susu kental manis dengan takaran yang pas. Malah lebih dari itu, sanger menjadi simbol bertahan hidup, tenggang rasa, dan kreativitas tanpa batas yang lahir dari warung kopi di Aceh yang membuktikan bahwa kenikmatan sejati tidak harus ditebus dengan harga selangit di kafe-kafe mewah bernuansa industrial modern.

Jadi, kalau nanti Abang atau Kakak sekalian sedang berkesempatan menginjakkan kaki di tanah Serambi Mekah, jangan sampai konyol, memesan menu kopi instan yang biasa Anda minum di rumah. Apalagi kopi sasetan, jangan! mending carikan warkop terdekat, duduk santai di kursi. Lalu angkat tangan Anda tinggi-tinggi sambil berteriak lantang ke arah abang peracik: "Sanger saboh, Bang!" Percayalah, di situlah petualangan rasa dan kenikmatan kafein yang sesungguhnya.
Blogger Tahun 2010-an vs Sekarang, Jauh Berbeda

Blogger Tahun 2010-an vs Sekarang, Jauh Berbeda

Blogger Tahun 2010 vs Blogger Sekarang

Bila diingat-ingat, rasanya waktu begitu cepat berjalan. Tidak terasa 2010 sudah lewat hampir 16 tahun lalu. Dan banyak nostalgia yang kadang bisa bikin ngakak gak karuan. Tapi ini bukan tentang nostalgia asmara. Apalagi tentang kisah galau, ogah bosqu! 
Cuan dari adsense adalah mimpi bagi setiap blogger. Namun syarat ketatnya adsense adalah mutlak. Bukan sekedar tampilan blog harus clean, minimalis, dan user-friendly. Sebab menurut adsense Estetika tata letak atau template blog adalah nomor dua. Asalkan yang terpenting iklan bisa tampil dengan estetik tanpa mengganggu Core Web Vitals dan memanjakan algoritma.
Tanya kenapa? Karena ini tentang blogger yang ngeblog pada zaman itu. Tak terkecuali saya sendiri. Dimana, saat itu ketika memiliki blog pribadi dari blogspot seolah sangat merasa beken, keren, wow dan patut membusungkan dada. Walaupun sebenarnya isinya seperti toko kelontong, serba ada, serba murah (tanpa kualitas dan tujuan). Tapi mau dibilang apa, ya pokoknya merasa keren dan beken saja lah saat itu. Wkwkwk. Hmph!

Aksesoris dan Pernak Pernik Blog Berlebihan?

Dulu, mengunjungi blog seseorang itu seperti masuk ke kamar pribadinya, banyak hiasan yang sebenarnya pemilik blog sendiri tidak tahu untuk apa? Tiba-tiba lagu autoplay sudah berbunyi lebih dulu. Padahal tulisan isi blog belum muncul. Belum lagi ada efek salju jatuh di layar, cursor berubah jadi bintang, dan di sudut sidebar ada jam analog yang entah apa manfaatnya selain sekadar bergerak. Dan anehnya, dulu itu terasa keren. Hahaha, Jujur saja, akupun bagian dari orang yang pernah melewati masa itu. 

Baca Juga :

Mulai dari memasang jam digital, jam analog, favicon animasi, ikan berenang, sampai autoplay musik tertentu (rahasia) yang kadang lebih cocok didengar sendiri daripada oleh pengunjung blog. Cuma bila dipikir-pikir sekarang, untuk apa? Dan apa gunannya? Tidak tahu!

Antara Keegoisan atau Personal Branding Yang Super Norak?

Era blogger tahun 2010-an sangat jauh berbeda dengan sekarang. Dimana saat itu, laman blog seseorang menentukan level dan kasta yang berbeda. Semakin banyak dan beragam Aksesoris dan pernak pernik blog, maka berasa semakin tinggi pula kasta seseorang didunia blogger. Mengenai isi tulisan, SEO, kata kunci pencarian, mengejar page one Google dan monetisasi Adsense. Ogah peduli! 

Mau isi blog tentang puisi galau, curhat, lirik lagu, tutorial dan terkadang ada postingan tidak penting yang bahkan penulisnya sendiri mungkin lupa pernah menulisnya. Sebegitu egoisnya gaya ngeblog saat itu. 

Namun pun demikian, tidak dapat dipungkuri dibalik beragam Aksesoris dan pernak-pernik blog yang norak tersebut, justru disitu pula identitas pemilik blognya yang sangat mudah ditebak.

  1. Ada musik autoplay "Tentang Kita" dari Peterpan itu petanda pemilik blognya orang galau. Atau paling tidak sedang berada pada dunia cinta-cintaan.
  2. Bila berkunjung ke blog yang ada salju jatuh, yang demikian bisa disimpulkan pemilik blognya menginginkan ketenangan pikiran, suasana romantis, atau sekadar rehat dari rutinitas yang monoton. Sesuai dengan keadaan salju jatuh seolah menggambarkan suasana hatinya.
  3. Bila saat mengunjungi blog yang ada efek cursor bergerak tidak karuan. Ada yang mode loading, pesawat tempur, segitiga dengan jatuhnya serbuk sari dan lain sebagainya. Bisa disimpulkan pemilik blognya ingin tampil beda. Beda dari yang lain walaupun bedanya hanya cursor saja
  4. Bila tiba-tiba menjumpai blog dengan template warna pink ada bunga- bunga, bisa di pastikan itu blog cewek banget. Yang pastinya curhatan dan puisi pasti ada dipostingannya. Pasti, gak mungkin gak!
Bayangkan, diantara empat model blog dengan Aksesoris dan pernak pernik nya digabungkan dengan tampilan laman blog warna pink ditambah lagi dengan pemasangan teks berjalan "Selamat Datang", jam analog dan animasi ikan berenang di sidebar (samping) blog. Apalah jadinya. Galau, bercampur suasana romantis, bar-bar, feminim, hobi pelihara ikan, selamat datang dan jam dinding, bukan kah itu suasana berada di kamar rumah sendiri? Ampun, aku baru tersadarkan!! Kacau, ternyata noraknya tidak tertolong.

Baca Juga :

Tapi pertanyaannya, Apakah gaya ngeblog demikian masih ada? Silakan searching saja, selagi gratis! Hmph! wkwkwkwk. kalau masih ada pasti itu aku banget saat tahun 2010-an. wkwkwk. Norak! bagaimana dengan Blogger Zaman Sekarang? 
Blogger Tahun 2010-an vs Sekarang
Blogger Tahun 2010, Template warna pink, salju jatuh,
cursor pisau dan isi postingannya curhat dan puisi

Nah, sekarang sangat jauh berbeda. Dunia per-blogger-an. Seperti kata pepatah Jauh panggang dari api!, Ya, ini bukan tentang tidak panas dan tidak matang melainkan perbedaan yang amat jauh dari sebelumnya. Bila blogger zaman dulu itu ibarat seniman jalanan yang bebas coret-coret tembok sesuka hati, tapi blogger zaman sekarang itu sudah terfokus pada tujuan, mendapatkan cuan, blog dilirik adsense, kata kunci pencarian page one google, lebih rapi, tanpa Aksesoris dan tanpa widget berlebihan yang terkesan norak dan berat loading. Yang pastinya cepat loading dan responsive mobile alias mendukung tampilan smartphone tanpa tarik scroll dari kiri ke kanan atau sebaliknya.

Baca Juga :

Dan yang pasti, ​tidak ada lagi lagu Peterpan berbunyi sendiri atau salju turun di layar. Boro-boro pasang jam analog, pasang widget yang agak berat sedikit saja, ogah lagi. Kenapa? Karena blogger sekarang kejar PageSpeed Insights dari Google. Mengutamakan Kecepatan loading web harus di bawah 2 detik! Kalau blog kelamaan loading gara-gara kebanyakan pernak-pernik, jangankan pengunjung, robot Google saja ogah mampir. ​

Bukan Pamer Kasta Menurut Rame Hiasan

Serius dan Nyaman mejadi perkara wajib dalam dunia blogger zaman sekarang. Tidak ada lagi suasana kamar pribadi, Ada suara musik, hiasan dinding jam analog, kata 'selamat datang', dan ikan peliharaan. Transformasi blogger lebih mengarah ke hal yang serius. Lebih mengutamakan kenyamanan pengunjung dari segalanya. Sama seperti taubat dari mantan, memperbaiki hal yang tidak penting demi kenyamanan supaya daya tariknya benar-benar terasa. Bukan lagi pamer pamer kasta seberapa rame hiasan sidebar, melainkan: ​

1. Mengejar SEO (Search Engine Optimization)

Tulisan harus ramah mesin pencari, menjadi rekomendasi Google saat pencarian, riset kata kunci sampai botak adalah hal mesti dilakukan sebelum membuat postingan dan wajib paham struktur Heading (H2, H3, H4) yang benar. ​

2. Memburu Page One Google

Lebih terfokus untuk memikirkan cara bagaimana caranya artikel blog bisa nangkring di urutan nomor satu. Kalau perlu, pakai trik optimasi tingkat dewa. ​cara pikir saja sendiri, yang penting halal tanpa menyalahi aturan. Tak kecuali aturan baku dari sang mertua.

3. Demi Cuan dan Adsense: 

Cuan dari adsense adalah mimpi bagi setiap blogger. Namun syarat ketatnya adsense adalah mutlak. Bukan sekedar tampilan blog harus clean, minimalis, dan user-friendly. Sebab menurut adsense Estetika tata letak atau template blog adalah nomor dua. Asalkan yang terpenting iklan bisa tampil dengan estetik tanpa mengganggu Core Web Vitals dan memanjakan algoritma.

Nah, itulah beda blogger tahun 2010-an dengan blogger zaman sekarang yang jauh lebih sehat untuk bisnis, lebih rapi secara visual, dan pastinya lebih menghasilkan duit (kalau keterima Adsense, hmph!). ​Tapi jujur saja, di sudut hati yang paling dalam, kadang ada rasa kangen yang menggelitik terhadap era tampilan blog dari blogspot seperti hutan rimba pada tahun 2010-an. Namun apa adanya, waktu tidak bisa diputar kembali. Salam sukses bosqu!
Jepang Pulang, Bunker Tinggal Di Tengah Sawah Lampaya, Salah Siapa?

Jepang Pulang, Bunker Tinggal Di Tengah Sawah Lampaya, Salah Siapa?

Bunker Jepang Lampaya Aceh Besar Terdampar Tsunami
Menelusuri jejak Pertahanan Jepang yang kini Terguling di tengah Sawah Lampaya Aceh Besar. Kok bisa Bunker seberat ini pindah dari Lhoknga?
Halo sobat SIKONYOLovers, Kali ini aku mau ngajak kalian sedikit menjauh dari bisingnya suara knalpot brong di Banda Aceh menuju ke arah barat, tempat di mana sejarah tertinggal kayak janji manis pas lagi sayang-sayangnya.

Siapkan mental, karena perjalanan kali ini bakal bikin kita mikir: “Kok bisa ya?”

Perjalanan Menuju Gerbang Kenangan
Perjalanan aku dimulai dari Banda Aceh. Memacu motor pelan saja, karena seperti pepatah bilang, "Biar lambat asal selamat, biar telat asal jangan diduluin orang ke pelaminan."
Bunker Jepang Lampaya Aceh Besar terdampar Tsunami
Gapura Gampong Lampaya menuju Bunker Jepang | Dok. SIKONYOL.com
Melewati aspal mulus arah Lhoknga, angin laut mulai menyapa malu-malu kucing. Hijau perbukitan kapur berpadu dengan langit biru itu ibarat Raja dan Ratu yang lagi duduk di pelaminan alam: serasi banget! Sekitar 20 menitan berkendara, sampailah aku di Gampong Lampaya . Di sini, aku tidak nyari harta karun, tapi nyari sisa-sisa "kegarangan" masa lalu.

Sejarah yang Terhempas (Bukan Oleh Cinta, Tapi Tsunami)
Dulu, antara tahun 1942 - 1945 , Jepang itu lagi semangat-semangatnya membangun bunker. Beton-beton ini dulunya adalah Raja di medan perang, pelindung tangguh dari serangan musuh. Markas aslinya ada di Lapangan Golf Lhoknga. Mewah banget kan, mainnya di lapangan golf? Tapi ya begitulah, hidup itu seperti roda yang berputar. Kadang di atas, kadang malah hanyut dibawa tsunami.

Baca Juga : Jalan ke Ligan, Betul-Betul 'Meuligan'

Pas tahun 2004, gelombang raksasa itu datang tanpa permisi. Bunker yang beratnya mungkin puluhan ton itu diseret kayak mainan bebek di kamar mandi. Akhirnya? Terdamparlah mereka di tengah sawah Gampog Lampaya.

Bisa dibilang, “Bagai pungguk rindu bulan,” mungkin si bunker ini kangen laut, tapi takdir malah menjatuhkannya ke pelukan lumpur sawah.

Dua Saudara: Si Presisi dan Si Rebahan
Bunker Jepang Lampaya Aceh Besar Terdampar Tsunami
Saudara Bunker versi Rebahan Di Tengah Sawah | Dok. SIKONYOL.com
Di hamparan sawah ini, ada dua bunker yang nasibnya agak mirip tapi dengan gaya berbeda:
  1. Bunker Si Teguh Pendirian: Bunker pertama ini mendarat dengan posisi presisi banget. Berdiri tegak, tegap, seolah-olah dia adalah penguasa sawah.
  2. Bunker Si Lelah Berjuang: Berjarak sekitar 600 - 700 meter dari situ, ada saudaranya yang letaknya terguling alias rebahan. Mungkin dia lelah menghadapi kerasnya ombak kehidupan, jadi milih rebahan saja di tengah sawah.
Lokasi dan Cara Ke Sana (Biar Ngak Nyasar ke Hati yang Salah)
Buat kalian yang mau napak tilas ke Bunker Jepang lampaya, bisa datang ke Gampong Lampaya, Aceh Besar dengan waktu tempuh cuma 25 menit-an dari Kota Banda Aceh, kalau tidak mampir beli gorengan dulu. Semnetara untuk akses kesana jalanannya aman buat motor atau mobil, tapi pas masuk ke area sawah, siapkan kaki buat sedikit becek-becekan ya!

Tragis: Dulu Raja Pelindung, Sekarang Rongsokan Tak Terurus
Di sinilah dramanya dimulai. Dulu, Jepang sangat memuaskan bunker ini. Ini adalah benteng pertahanan, tempat bernaung dari maut. Ibarat seorang Raja yang melindungi Ratu -nya di dalam istana beton yang kuat tak tertandingi. Tapi sekarang? Aku cuma bisa mengelus dada (dada sendiri ya, bukan dada orang lain). Saat Bunker ini kini terabaikan. Tanpa papan nama, tanpa pagar, tanpa perhatian. Dia cuma jadi Saksi bisu yang kesepian. Jangankan diperbaiki, dilihat sebagai situs sejarah saja mungkin jarang. Tega? Iya, begitulah nasib yang ditanggung oleh Bunker yang malang itu.
Bunker Jepang Lampaya Aceh Besar Terdampar Tsunami
Duduk Terheran memikirkan Bunker Jepang | Dok. SIKONYOL.com
Bunker ini sekarang kayak mantan yang sudah nggak dianggap. Dulunya dicari-cari, di puji - puji untuk berlindung, sekarang dibiarkan kehujanan dan kepanasan di tengah kawasan persawahan. Tak ada yang peduli, seolah-olah sejarah keberadaan bunker itu hanya debu yang numpang lewat lalu menghilang seketika.

Baca Juga : Tak ada Obat! Track MTB Cot Neuraka, Indah dan Menantang

Apalagi kebanyakan kita terlalu sibuk berpikir dan berusaha membangun yang baru hingga lupa menjaga yang telah menjadi bagian sejarah.

Salah Siapa?
Jepang sudah pulang ke negaranya yang sekarang serba canggih dan bersih. Bunker ini tertinggal, melapuk, dan tenggelam di dalamnya. Kalau sudah begini, kita mau nyalahin siapa? Sawahnya? Anginnya? Atau rasa peduli kita yang memang sudah luntur?

Bunker Jepang Lampaya Aceh Besar Terdampar Tsunami
Anak kucing Yatim didalam bunker | Dok. SIKONYOL.com
“Maksud hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai.” Maunya sih ini jadi objek wisata sejarah yang keren, tapi kenyataannya malah jadi tempat nangkring anak kucing yatim yang ber-ibu yang mengisak tangis dengan hati yang pilu, sambil menunggu seseorang datang dan mengingat bahwa bangunan tua itu punya cerita dan masa lalu yang megah.

Semoga saja, Buku Jepang Di Lampaya ini suatu akan diperlakukan dengan layak meskipun bukan seperti perlakuan bak permasuri Raja.

Nah, bagi teman - teman yang sudah tahu lokasinya, Yuk, main ke Bunker Jepang Lampaya. Biar kita tahu kalau sejarah itu tidak selamanya indah, namun sebagai catatan dibalik bunker tuadi tengah sawah yang tenang itu ada potongan sejarah perang dan tsunami yang tidak akan runtuh sampai kapan pun.

[Sikonyol.com] - Tetap Konyol di Tengah Sejarah yang Benjol!
Hidung Tersumbat Atasi Dengan FreshCare, 5 Menit Hilang

Hidung Tersumbat Atasi Dengan FreshCare, 5 Menit Hilang



Hidung tersumbat karena pilek memang bukan perkara sepele. Dimana bernapas yang seharusnya dengan lubang hidung, malah harus bernafas melalui mulut. Mau sampai kapan demikian? Kalaupun iya paling hanya sanggup hitungan menit saja. Karena bernapas dengan menggunakan mulut hanya alternatif sesat. Bisa karena terlalu capek setelah berolah raga atau karena hal lain yang tidak mungkin ku sebutkan satu persatu. Lagian tulisan ini bukan tentang alasan bernapas dengan mulut. Hehehe.
Hidung Tersumbat Atasi dengan FreshCare, 5 Menit Hilang. Ini bukan berarti hidungnya yang hilang dan juga bukan perkara atasi hidung belang. Akan tetapi yang hilang hanyalah lendir yang menyumbati lubang hidung tepat rongga pernapasan dalam hidung
Kalau bernafas dengan insang, oke oke saja. Tinggal nyelam ke air tanpa harus mempersiapkan tabung oksigen yang besarnya hampir seukuran badan kita. Kalau sudah begitu kan lebih seru, siapa tahu sambil nyelam ketemu marmed alias Putri Duyung kata orang kita, lalu jatuh cinta dan menjalin hubungan asmara kayak di film-film. Aduhai sekali bukan?

Seperti judulnya, Hidung Tersumbat Atasi dengan FreshCare, 5 Menit Hilang. Ini bukan berarti hidungnya yang hilang dan juga bukan perkara atasi hidung belang. Akan tetapi yang hilang hanyalah lendir yang menyumbati lubang hidung tepat rongga pernapasan dalam hidung. Walaupun sebenarnya kita sudah berulang kali memaksakan untuk mengeluarkan lendir (ingus), akan tetapi masih saja tersumbat dan terkadang suara berubah seperti suara sumbing. Yang seharusnya mau bilang "Gegara sebotol minuman", malah terdengar "Gegaha sekont*l minuman". Wkwkwk
@tawainaza Gara gara seont... inuman😂😂 #funnyvideos #videokocak #funny #ngakak #lucu #ngakakkocak #hiburan #humor #komedi #memetiktok #fyp #viralvideo ♬ suara asli - tawainaja

Nah, kalau sudah demikian, janganlah gegara hidung tersumbat malah bikin orang salah sangka dan salah paham saat mendengar bait lagu "Gegara sebotol minuman". Kalau sudah begini salah siapa coba? Mohon jangan dijawab karena akun Fufufafa saja sampai saat ini belum terungkap siapa pemiliknya. Ops..!! keceplosan ampun. Oke gass!!!!.

Sudah menjadi rahasia umum, kebayakan sobat hanya sering mengoleskan FreshCare di bagian kening saat kepala sedang sakit. Entah sakitnya karena mikirin setoran kredit jatuh tempo saat dana sedang menipis atau bisa saja sakit kepala karena rencana lamaran sidia yang terus tertunda - tunda karena dana tidak punya. Entahlah pokoknya sakit kepala apa sajalah. Yang jangan sakit kepala bawah, sangat tidak saya anjurkan takutnya kebakar dan melepuh kepanasan.

Baca Juga :

Seperti yang kita ketahui, FrashCare yang diiklankan oleh Mbak Single Agnes MO juga bisa untuk meredakan nyeri, pegal serta dapat mengantispasi kulit bentol akibat digigit nyamuk ataupun dicium serangga. Walaupun sebenarnya bekas gigitan tersebut tetap meninggalkan jejak memerah pada bagian kulit. Akan tetapi meskipun sedikit agak terasa panas, bisa dipastikan bekas gigitan itu tidak akan bentol dan rasa gatalpun lenyap dalam seketika.
Freshcare | Dok. Sikonyol.com

Namun sangat sedikit orang yang tahu bahwa FreshCare juga dapat Atasi Hidung Tersumbat hanya dalam 5 Menit saja. Lalu apa dan bagaimana caranya?

Baca Juga :
Fast Back kebelakang, Awalnya tips ini berawal dari sekedar coba - coba karena gabut tengah malam hanya gegara hidung tersumbat. Tanpa pikir apa - apa, saya mengambil FreshCare lalu menghirup FreshCare sambil saya tempelkan pada lubang hidung. Hanya hitungan detik, hidungku saat itu persis bak terbakar api asmara. Dan gak tahunya setelah 5 menit, panasnya mereda serta sumbatan di rongga hidungpun auto hilang. Dan bahkan seolah - olah lubang hidungpun terasa melebar ~ muat dimasukkan kelerang~ yang membuat menghirup napas terasa lancar.

Semoga saja tips ampuh yang saya bagikan ini menjadi amalan jariyah. Sesimple itu, kawan!!

Air Terjun Peukan Biluy, Kadang Ada Kadang Tidak

Air Terjun Peukan Biluy, Kadang Ada Kadang Tidak


Kapan dan dimanapun, Air terjun Peukan Biluy sama dengan air terjun yang ada di Seantero dunia. Dimana ada air yang mengalir dari ketinggian dan bersumber dari mata air yang kemudian terjun ke arah paling bawah. Mungkin bisa saja beda halnya dengan air terjun didunia lain yang tidak kita ketahui kadang terjun dari arah bawah, kesamping kiri atau kenan dan sebagainya. Sesuka aturan alam dunia lain lah, mau terjun dari arah mana kemana.

Yang pasti perjalanan menuju ke destinasi wisata yang terletak Di Gampong Lam Sot Kecamatan Darul Kamal Kabupaten Aceh Besar ini tidak sampai satu jam dari Kota Banda Aceh.

Sebagai penegasan, Air terjun Peukan Biluy ini bukan air terjun di dunia lain yang tidak kita ketahui arah terjunnya. Akan tetapi air terjun ini merupakan air terjun yang ada dunia nyata dan dapat dinikmati pesona keindahannya. Dan bahkan Air terjun bertebingkan batu kapur, akar kayu dan lumut ini menjadi salah satu objek wisata alam yang sudah sering dibahas dari berbagai sumber yang bersebaran didunia maya.

Saat musim hujan Air terjunnya mengalir deras 

Dari berbagai sumber, Ada yang menyatakan air terjun ini memiliki anak tangga 172 buah dengan kemiringan 45 derajat dan adapula yang menyatakan Air terjun Peukan Biluy hanya sekian menit dari Kota Banda Aceh. Akan tetapi berdasarkan pengalaman saya yang pernah dua kali menuju kesana anak tangga 172 dengan kemiringan 45 derajat dan jarak tempuhnya hanya hitungan menit dari Kota Banda Aceh tidak lah menjadi soal. Pasalnya pada saat menuju kesana tidak pernah menghitung anak tangganya berapa, tidak tahu cara ukur kemiringan anak tangganya dan tidak pernah ukur waktu yang dihabiskan menuju kesana. Yang pasti perjalanan menuju ke destinasi wisata yang terletak Di Gampong Lam Sot Kecamatan Darul Kamal Kabupaten Aceh Besar ini tidak sampai satu jam dari Kota Banda Aceh. Apa kurang kerjaan? Anak tangga dihitung dan kemiringan diukur. Hehehe.

Baca Juga :

Perlu di ketahui! masih berdasarkan pengalaman saya, rute menuju Air Terjun Peukan Biluy itu tidak semulus jalan Tol Sibanceh. Dan juga tidak semulus Aspal sirkuit Mandalika yang ada Di NTB sana. Soalnya masih sangat jauh dari harapan. Karena jalan menuju Air terjun Peukan Biluy mulai dari simpang tiga Gampong Lam Sot tersebut adalah jalan bebatuan yang tidak rata. Dan bahkan terkadang saat musim penghujan sering kita dapatkan genagan air dalam lobang - lobang di jalan. Ops,, bukan lobang air berjalan ya. Beda konteks.!!!
Rute menuju kesana, jalannya berdanau gess

Akses menuju Air terjun Peukan Biluy memang tergolong mudah akan tetapi saya tidak berani menyarakan bila menggunakan kenderaan mobil keluarga. Apalagi menuju kesana menggunakan mobil lamborghini. Sunggguh tidak mungkin kawan!! karena rute ini sering di lalui oleh truk pengangkut calian C. Pun demikian rute ini jauh lebih mudah diakses bila menggunakan sepeda motor, apalagi menggunkan motor trail, pasti asik. Tak terkecuali menggunakan sepeda MTB seperti pengalaman saya kesana.

Kadang Ada Kadang Tidak

Jujur saja, Air terjun Peukan Biluy tak selamanya ada. Kadang ada dan kadang tidak. Kenapa demikian? Hal ini bukanlah sebuah fenomena mistis seperti yang saya sampaikan pada awal paragraf diatas, 'ini bukan air terjun dunia lain'. Air terjun Peukan Biluy benar - benar indah dengan pesona alam yang asri dan banyak pepohonan rindang disekililingnya. Suasananya sejuk dan ditambah pula dengan percikan air dari air terjun, seolah - olah kita berada dibawah tetesan gerimis abadi tanpa henti. Kalau sudah begitu, tunggu apalagi? Putar saja lagu "Gerimis Mengundang" pasti lebih lengkap nuansanya. Amboi dah!!!

Air terjun Peukan Biluy ini terkadang juga tidak ada (air) bila saat musim kekeringan melanda. Keadaan ini pernah saya alami saat mengunjungi tempat wisata terpencil ini. Saking keringnya, tempat yang dilalui air terjun hanya menyisakan tetesan air yang tidak begitu banyak. Sungguh sangat miris bukan? Apalagi diatas sana terpasang pipa hisap milik PDAM Aceh Besar. Sehingga semakin berkuranglah air terjunnya. Ditambah lagi minimnya kesadaran manusia yang abai terhadap perlindungan hutan, sangat dikwatirkan Air terjun Peukan Biluy rawan kering saat musim panas tiba.
Saat musim kemarau, airnya kering


Meskipun terkadang tidak ada, percaya bila saat musim penghujan tiba, Air terjun Biluy sungguh sangat menakjubkan nuansanya. Bahkan bila sudah sampai disana, rasa ingin berlama - lama disana. Bisa saja berswa foto ria dibawah gerimis abadi atau menikmati nuansanya sambil minum teh atau minum kopi bagi pecinta kopi atau apalah sesuai dengan pembekalan yang sudah sobat siapkan sebelum sampai disana. Disana tidak ada kantin ya gaes..!!!

Oh ya, sebagai catatan atau sedikit tips bagi sobat yang ingin menuju ke Air Terjun Peukan Biluy. Harap berhati-hati, karena bila kenderaan yang sobat gunakan baru keluar dari Doorsmeer, sudah bisa dipastikan pulang dari sana masuk Doorsmeer lagi, kemudian jangan pernah coba - coba bersandar sembarangan di pagar besi pengaman yang ada di lokasi, karena sudah sangat tidak aman, Maklum saja kurangnya perhatian Pemerintah setempat. Selain itu, lokasi ini agak sedikit sepi, mohon jangan pergi sendirian apalagi berduaan. Setidaknya 3 orang atau lebih itu jauh lebih baik.

Baca Juga :

Jangan salah! Walaupun sepi, di sekeliling Air terjun Peukan Biluy ada kebun milik warga setempat, sehingga bisa dipastikan walaupun sepi, tidak sedikit orang numpang lewat menuju ke kebun melalui rute air terjun Peukan Biluy ini.

Itulah Air Terjun Peukan Biluy, Kadang Ada Kadang Tidak. Semoga saja sobat sempat mengunjungi Air Terjun Peukan Biluy disaat yang tepat.

Ternyata Google Adsense Tidak Seperti Dosen Pembimbing

Ternyata Google Adsense Tidak Seperti Dosen Pembimbing


Sejak malam purnama itu, 26 Juni 2021 silam, dengan tetiba adsense hilang dari tampilan blogku. Sempat bertanya-tanya, kenapa iklan adsense tidak muncul di blog, kalaupun tidak ada stok iklan, berapa lama iklan adsense muncul ku membathin. Namun sungguh naas, tragedi itu seperti kapal selam nanggala-402 tenggelam yang hilang kontak beberapa bulan silam. Hingga saat ini tidak jelas sebab-musababnya dan ini sama dengan sebab musabab Google Adsense hilang dari blogku. Miris memang, cuma ya sudahlah. Ibarat kata pepatah Nasi sudah menjadi bubur. Cuma pandai-pandai kita juga walaupun sudah menjadi bubur itu bukan berarti mubazir, karena bubur ayam jauh lebih nikmat dan mahal dari pada nasi.
Sempat bertanya-tanya, kenapa iklan adsense tidak muncul di blog, kalaupun tidak ada stok iklan, berapa lama iklan adsense muncul ku membathin. Namun sungguh naas, tragedi itu seperti kapal selam nanggala-402 tenggelam yang hilang kontak beberapa bulan silam.

Peristiwa iklan Google Adsense yang lenyap di blogku, belum bisa ku pastikan penyebabnya,  yang ada info via gmail yang menyatakan bahwa klik iklan tidak valid. Akan tetapi sampai saat ini aku belum tahu klik tidak valid yang dimaksud itu apa, kapan, siapa, dimana, mengapa dan bagiamana? Wallahu'alam, masih teka teki yang belum terpecahkan oleh ku. Terserah, sebagian teman menyatakan karena klik iklan sendiri dan bahkan ada juga yang menduga karena salah pasang script anti boom klik. Sehingga iklan adsense tidak terlihat lagi di blogku yang memiliki deskripsi "Sebuah Sampah Untuk Negeri"  

 Jangan Mimpi, Kita Tidak Ditakdirkan Menjadi Youtuber

Jangan Mimpi, Kita Tidak Ditakdirkan Menjadi Youtuber

Kita Tidak Ditakdirkan Menjadi Youtuber - SIKONYOL.com
Ada juga Youtuber yang sangat aduhai dalam membuat konten unfaedahnya. Seperti Kime Hime misalnya, yang hanya bermain game dengan teriakan mendayunya seperti cewek koreong sidikit plus tankt0pnya yang gemana-gemana gitu, itupun juga menjadi sorotan para penonton Youtube. Alhasil video main gamenya pun dapat ditonton lebih dari satu juta viewer.

Sejak mewabahnya youtuber di Jagat Raya Nusantara ini, kebanyakan pembuat konten kehilangan ide untuk membuat konten unik dan menarik minat penonton channel youtubenya. Ada yang bikin video trik dan tips, Aktivitas kesehariannya, Kegiatan Unik, Pengetahuan, S3ks, Rangkuman Berita, Kesehatan, Musik, Daftar Polan dan Pulen dan Daftar nama-nama Ikan serta hal-hal lain sebagainya. Tujuannya apa? hanya untuk mencari viewer (penonton) yang banyak agar pundi dolar mengalir kepadanya.
Antara Baca Koran dan Media Online, Mana yang Lebih Seru?

Antara Baca Koran dan Media Online, Mana yang Lebih Seru?

Baca Koran dan Media Online, Baca Status - SIKONYOL.com

Semua orang memiliki rasa ingin tahu terhadap sesuatu, termasuk Aku dan kita semua yang masih hidup dan bernyawa ini. Mulai masalah cekcok dalam rumah tangga orang yang terkadang terdengar seru dan serem, yang terkadang menjadi beban mental bagi yang muda dan jomblo untuk membina rumah tangga.

"Beda lagi komentar dari pro dan kontra terhadap pemerintah. Yang sering disebut sekarang, bipang yang sebelumnya cebong dan kadrun yang sebelumnya kampret. Komentar- komentar ini luar biasa tajamnya dan lengkap. Masing-masing punya referensi serta saling melemparkan jejak digital dari riwayat berita yang menguntungkan para bipang atau menguntungkan kadrun.
Lagu Hilang - Agam Phopeuna, Bikinku Berangan-angan

Lagu Hilang - Agam Phopeuna, Bikinku Berangan-angan

Lagu Hilang - Agam Phopeuna | SIKONYOL.com
Aku adalah salah satu dari sekian triliun manusia di planet bumi ini yang sangat menyukai lagu. Hampir semua aktivitasku di isi dengan lagu, kecuali sholat dan masuk ke kamar mandi. Bila waktu sholat di pause, usai sholat lanjutkan namun di kamar mandi di offkan. Sebegitulah aku dan musik dalam aktivitasmu.
Orang-orang yang sering terbawa dalam angan-angan. Mulai dari angan-angan berumah tangga hingga angan-angan hancur sebuah hubunganpun juga iya. Walaupun sebenar, pada defaulnya masih dalam keadaan biasa-biasa saja alias bukan dalam keadaan sedih ataupun senang.
 Akun Adsense Di Banned itu Sama Seperti Diputusin Pacar

Akun Adsense Di Banned itu Sama Seperti Diputusin Pacar

Akun Adsense Di Banned itu Sama Seperti Diputusin Pacar

Yang merasa pernah merasa putus cinta, pasti sudah tahu bagaimana rasanya. Persis seperti dalam lirik lagu Sultan, Cinta Dimanakah Kini pada tahun 2000 silam. Nasi ku makan terasa batu air ku minum terasa duri. Sehingga kecewa, menyesal, sakit hati, kacau pikiran menyatu menjadi satu dengan istilah nitizen sekarang Galau. Nah, Akun Adsense di Banned Google juga demikian rasanya.