Kedatangan Ramadhan Tak Sama dengan Kedatangan Calon Mertua

Walaupun hanya menu sayur ubi goreng, sambal terasi dan ikan balado asin yang dipesan di warung nasi padang, yang kita tahu ada diseluruh kabupaten/kota dan provinsi seluruh Indonesia.
Ahlan Wa Sahlan | Dok. SIKONYOL.com
Marhaban ya Ramadhan, sengaja ku ucapakan sebagai petanda menyambut kedatangan bulan yang penuh berkah ini. Meskipun kita sadari keberkahan yang dimaksud disini hanyalah buat mereka-meraka yang beriman dan terus berjuang untuk tetap berada di jalan-Nya. Akan tetapi yang menjadi catatan bagi sobat sikonyolovers bahwa kedatangan bulan suci ramadhan (umat Islam) sangat berbeda dengan kedatangan calon mertua. 

Tidak sedikit dari kita sudah pada tahu bahwa ketika mengadakan sebuah acara di rumah, terserah dirumah siapa saja! Apakah pesta perkawinan si Bapak dengan istri kedua, ketiga dan keempat atau cuma arisan mamah-mamah yang sering dibuat di rumah para mamah-mamah anggota arisan. Yang selalu mengundang tamu untuk hadir pada salah satu acara yang dimaksud diatas. 
Baca Juga : Nikahi Gadis Aceh, Arisan Solusinya
Yang mengundang, tentu harus mempersiapkan segala sesuatu untuk tamu yang diundang. Mulai dari mempersiapkan tempat yang rapi, menyusun tata letak kursi untuk para tamu dan juga menu hidangan yang super enak, maknyus dan muantap. Walaupun hanya menu sayur ubi goreng, sambal terasi dan ikan balado asin yang dipesan di warung nasi padang, yang kita tahu ada diseluruh kabupaten/kota dan provinsi seluruh Indonesia ini. Inilah perjuangan untuk menyambuat kedatangan tamu undangan. 

Sementara kedatangan calon mertua, juga tak ubahnya dengan kedatangan tamu undangan acara pesta si Bapak tadi atau acara arisan para mamah-mamah tadi. Bahkan bisa dibilang lebih dari itu! Bila mengundang tamu undangan pesta atau arisan cukup dengan dengan decord tempat yang bagus agar nyaman, siapkan menu hidangan makanan untuk jamuan, walaupun hanya bermodalkan nasi padang juga, akan tetapi juga harus mempersiapkan diri, baik mental dan juga sikap sopan santun. Meskipun terkadang terlihat kaku, wajah tegang dan berkeringat dingin seolah sedang berada ditengah gurun salju. Tapi yakinlah, semua akan kembali normal ketika calon mertua kembali ke habitatnya. Itulah calon mertua dengan segala keseramannya! 

Akan tetapi beda halnya dengan kedatangan bulan ramadhan. Dimana tidak sama dengan kedatangan calon mertua yang membuat para mantan tuna asmara dilanda kecemasan dan penuh kehati-hatian. Kedatanngan ramadhan justru hanya cukup mempersiapkan diri dengan cara mencari tahu tentang tata cara berpuasa, baik rukun dan mengetahui syarat-syarat sah dan membatalkan puasa. Sehingga ibadah puasa yang dilaksanakan benar-benar sempurna dan tidak menjadi sia-sia yang hanya sekedar haus dan lapar saja. 
Baca Juga : Harga Emas Melangit, Pemuda Aceh Terancam Melajang Seumur
Kemudian ditambah dengan rasa senang hati serta penuh rasa syukur. Sehingga wujud senang hati dan rasa syukur ini akan di implemetasikan dengan cara menjadikan bulan suci ramadhan ini sebagai momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah lebih dari sebelumnya. Dengan harapan tetap untuk memperoleh ridhonya semata tapi bukan karena iming-iming yang terkadang sering membuat kita terjebak dalam sikap ria dan ujub. 

Selain itu, perlu juga untuk diketahui bahwa kedatangan bulan ramadhan memiliki makna tersendiri bagi setiap umat manusia. Yang muslim dan beriman, sudah pasti yakin dengan sepunuh hati sebagai bulan yang selalu berkah, magfirah dan juga penuh ampunan. Sehingga hal yang demikian menjadi bonus yang spesial melebihi dari orang yang spesial sejagat nusantara ini. Aminn. 

Tidak dipungkiri bahwa, siapa saja yang dengan sengaja menyampaikan tentang kelebihan bulan ramadhan, dapat dipastikan bahwa dia sedang melakukan sebuah amal kebaikan yang kemudian menjadi bekal untuk akhirat kelak. Ya, inilah adalah sebuah First Point yang disering diabaikan oleh 9 dari 10 manusia yang mengakui diri sebagai hamba Allah Ilaihi Rabbi. Dan seperti judul lagu Kerispatih, Aku harus jujur yang dirilis tahun 2009, bahwa 9 manusia yang dimaksud juga termasuk saya didalamnya.
Baca Juga : Yang Penting 20, Walaupun Tidak Mengerjakannya
Sobat Sikonyolovers yang budiman dan lagi sedang berpuasa (sekarang), bahwa sebagaimana ulasan diatas, mungkin akan terasa berasa dan lebih cocoknya bila ini kusampaikan diatas mimbar mesjid dan didepan para jamaah sholat Isya menjelang sholat terawih, baik bapak-bapak, Ibu-ibu, Kakek-Nenek, Abang-kakak, dan Adek-adek sekalian serta tanpa kecuali bila sudah calon mertua didalamnya. Sehingga bagi yang malas membaca blog SIKONYOL.com inipun akan mengerti tentang Menyambut Kedatangan Bulan Ramadhan yang sangat berbeda dengan menyambut kedatangan tamu undangan dan jauh berbeda dengan kedatangan calon mertua. Ayo sebarkan kebaikan dengan link tulisan ini.
Ramadhan dan Calon Mertua Ramadhan dan Calon Mertua Ramadhan dan Calon Mertua Ramadhan dan Calon Mertua Ramadhan dan Calon Mertua Ramadhan dan Calon Mertua Ramadhan dan Calon Mertua Ramadhan dan Calon Mertua Ramadhan dan Calon Mertua Ramadhan dan Calon Mertua Ramadhan dan Calon Mertua Ramadhan dan Calon Mertua Ramadhan dan Calon Mertua Ramadhan dan Calon Mertua Ramadhan dan Calon Mertua Ramadhan dan Calon Mertua Ramadhan dan Calon Mertua Ramadhan dan Calon Mertua Ramadhan dan Calon Mertua Ramadhan dan Calon Mertua Ramadhan dan Calon Mertua Ramadhan dan Calon Mertua Ramadhan dan Calon Mertua Ramadhan dan Calon Mertua Ramadhan dan Calon Mertua Ramadhan dan Calon Mertua Ramadhan dan Calon Mertua Ramadhan dan Calon Mertua Ramadhan dan Calon Mertua Ramadhan dan Calon Mertua 
Previous
Next Post »

32 Comments

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ntah, kalo.mbak dah baca pasti dapat intinya.

      Hapus
    2. Membaca dan komentar ulang tetep tidak menemukan inti dari tulisan ini apa...maafkeun. heuheu.

      Hapus
    3. Hahahahaha,,,,,,,,,,,,,,,,,, Mbak teralalu serius nanggapinya.
      Lihat lagi about us this blog

      Hapus
  2. jadi tuh intinya kalo kedatangan ramadhan tuh ditunggu tapi kalo kedatangan mertua itu kita tidak tunggu ya karena males hahaha HOROR

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak gitu loh mas....
      Subtansinya itu ada dlm tulisan ini.

      Hapus
  3. Alhamdulilah masih bisa bertemu dengan bulan puasa yang penuh berkah :) semoga kita bisa menimba banyak pahala dari segala ibadah yang kita perbuat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiinnn....semoga bisa ketemu dgn ramadhan rg akan dtaang.

      Hapus
  4. Yah sayang aku udah gak punya calon mertua. Jadi puasaku gak was-was *eh hahaha.

    Semoga ramadhan kali ini puasa kita benar-benar diridhoi Allah swt ya, amiin.

    BalasHapus
  5. asekk...calon mertua
    kalau aku ga ada calon mertua mas, adanya mertua heheheeeee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cari lagi. Kan banyak stokkk..
      πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜…πŸ˜‚

      Hapus
  6. Bulan Ramadan akan penuh makna buat yang ikhlas menyambutnya, aku sih merasanya gtu ya :D
    Selamat menjalankan ibadah puasa ya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmmm.... Benar samgat. tapi Ramadhan dan Calon mertua gitu lah.

      Hapus
  7. Btw sayur ubi goreng itu gimana ya rasanya? Perasaan kalai daun ubi itu kan direbus, nah kalau digoreng belum pernah rasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Entah lah kak! aku pun belum pernah rasa.
      Cuma kaka Boleh coba itu :v

      Hapus
  8. Ciyeee calon mertua hehehe, alhamdulillah tahun ini adalah puasa pertama bareng dengan mertua. Semoga puasanya lancar. Aamiin :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ye alah hai....
      Bikin baper jdi a, kalo gini.
      πŸ˜„πŸ˜ƒπŸ˜ƒ

      Hapus
  9. Hahaha baca judulnya aja bikik ngikik. Etapi baik Ramadan maupun mertua sama² dirindukan.

    Bedanya, Ramadan datang sesekali bawa berkah, mertua sering datang cua belum tahu bawa berkah apa tidak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmmmm, kalo di fepan mertua, barni gak ngomong gitu mbak?

      Hapus
  10. Alhamdulillah masih diberi umur panjang untuk bisa menikmati kenikmatan ibadah yang ada di Bulan Ramadhan. Semoga di bulan ini kita bisa mendapatkan rahmat dan diampuni semua salah kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiinnn.
      Jangan lupa, ajak mertua nya mbak.
      πŸ˜„πŸ˜„

      Hapus
  11. Alhamdulillah ya masih bertemu dengan bulan ramadhan, semoga bisa lancar menjalankan ibadah di bulan ramadhan

    BalasHapus
  12. Hahaha. Ya ampun pengen ngakak tapi takut kualat. Boleh juga tuh idenya kalo menyampaikan sesuatu yg serius dan topik mendalam, mending di mimbar. Wkwkwkwk

    BalasHapus
  13. Kalau ramadhan dateng kita harus mempersiapkan menu berbuka dan sahur kak. Tapi kalau mertua yang datang maka menu sahur dan berbuka sudah disiapkan beliai hehehehe. Tapi yang jelas kedatangan keduanyabperlubpersiapan matang πŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yayayaya...
      Kayaknya pengalaman ni ya.
      HahahπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜πŸ˜πŸ˜„πŸ˜„

      Hapus
  14. Marhaban yaa...Ramadan.
    Semoga kedatangan Ramadan membuat penulis juga segera kedatangan calon mertua.
    Jadi kurang lebih bisa merasakan aura (kasih) seorang camer.

    Ahhaii~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, semoga sindirian ini jadi doa mbak ya..
      Hehehehe πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜πŸ˜πŸ˜„πŸ˜„

      Hapus
  15. Mencium tanda-tanda .. mas Pujiaman bentar lagi kayaknya bakalan kedatangan calon mertua niihh ... πŸ˜‰

    Wuaaah selamat ya, maas ..
    Semoga acara pinangan berjalan lancar, amin.

    Juga selamat menjalankan ibadah puasa dengan baik, ya 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha, tenang mas. Doakan saja. Tapi kayaknya masih jauh.
      Hahahahahaha

      Hapus

Silakan tinggalkan komentar Anda! Di bawah ini!