Kedatangan Ramadhan Tak Sama dengan Kedatangan Calon Mertua

Kedatangan Ramadhan Tak Sama dengan Kedatangan Calon Mertua

Walaupun hanya menu sayur ubi goreng, sambal terasi dan ikan balado asin yang dipesan di warung nasi padang, yang kita tahu ada diseluruh kabupaten/kota dan provinsi seluruh Indonesia.
Ahlan Wa Sahlan | Dok. SIKONYOL.com
Marhaban ya Ramadhan, sengaja ku ucapakan sebagai petanda menyambut kedatangan bulan yang penuh berkah ini. Meskipun kita sadari keberkahan yang dimaksud disini hanyalah buat mereka-meraka yang beriman dan terus berjuang untuk tetap berada di jalan-Nya. Akan tetapi yang menjadi catatan bagi sobat sikonyolovers bahwa kedatangan bulan suci ramadhan (umat Islam) sangat berbeda dengan kedatangan calon mertua. 

Tidak sedikit dari kita sudah pada tahu bahwa ketika mengadakan sebuah acara di rumah, terserah dirumah siapa saja! Apakah pesta perkawinan si Bapak dengan istri kedua, ketiga dan keempat atau cuma arisan mamah-mamah yang sering dibuat di rumah para mamah-mamah anggota arisan. Yang selalu mengundang tamu untuk hadir pada salah satu acara yang dimaksud diatas. 
Baca Juga : Nikahi Gadis Aceh, Arisan Solusinya
Yang mengundang, tentu harus mempersiapkan segala sesuatu untuk tamu yang diundang. Mulai dari mempersiapkan tempat yang rapi, menyusun tata letak kursi untuk para tamu dan juga menu hidangan yang super enak, maknyus dan muantap. Walaupun hanya menu sayur ubi goreng, sambal terasi dan ikan balado asin yang dipesan di warung nasi padang, yang kita tahu ada diseluruh kabupaten/kota dan provinsi seluruh Indonesia ini. Inilah perjuangan untuk menyambuat kedatangan tamu undangan. 

Sementara kedatangan calon mertua, juga tak ubahnya dengan kedatangan tamu undangan acara pesta si Bapak tadi atau acara arisan para mamah-mamah tadi. Bahkan bisa dibilang lebih dari itu! Bila mengundang tamu undangan pesta atau arisan cukup dengan dengan decord tempat yang bagus agar nyaman, siapkan menu hidangan makanan untuk jamuan, walaupun hanya bermodalkan nasi padang juga, akan tetapi juga harus mempersiapkan diri, baik mental dan juga sikap sopan santun. Meskipun terkadang terlihat kaku, wajah tegang dan berkeringat dingin seolah sedang berada ditengah gurun salju. Tapi yakinlah, semua akan kembali normal ketika calon mertua kembali ke habitatnya. Itulah calon mertua dengan segala keseramannya! 

Akan tetapi beda halnya dengan kedatangan bulan ramadhan. Dimana tidak sama dengan kedatangan calon mertua yang membuat para mantan tuna asmara dilanda kecemasan dan penuh kehati-hatian. Kedatanngan ramadhan justru hanya cukup mempersiapkan diri dengan cara mencari tahu tentang tata cara berpuasa, baik rukun dan mengetahui syarat-syarat sah dan membatalkan puasa. Sehingga ibadah puasa yang dilaksanakan benar-benar sempurna dan tidak menjadi sia-sia yang hanya sekedar haus dan lapar saja. 
Baca Juga : Harga Emas Melangit, Pemuda Aceh Terancam Melajang Seumur
Kemudian ditambah dengan rasa senang hati serta penuh rasa syukur. Sehingga wujud senang hati dan rasa syukur ini akan di implemetasikan dengan cara menjadikan bulan suci ramadhan ini sebagai momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah lebih dari sebelumnya. Dengan harapan tetap untuk memperoleh ridhonya semata tapi bukan karena iming-iming yang terkadang sering membuat kita terjebak dalam sikap ria dan ujub. 

Selain itu, perlu juga untuk diketahui bahwa kedatangan bulan ramadhan memiliki makna tersendiri bagi setiap umat manusia. Yang muslim dan beriman, sudah pasti yakin dengan sepunuh hati sebagai bulan yang selalu berkah, magfirah dan juga penuh ampunan. Sehingga hal yang demikian menjadi bonus yang spesial melebihi dari orang yang spesial sejagat nusantara ini. Aminn. 

Tidak dipungkiri bahwa, siapa saja yang dengan sengaja menyampaikan tentang kelebihan bulan ramadhan, dapat dipastikan bahwa dia sedang melakukan sebuah amal kebaikan yang kemudian menjadi bekal untuk akhirat kelak. Ya, inilah adalah sebuah First Point yang disering diabaikan oleh 9 dari 10 manusia yang mengakui diri sebagai hamba Allah Ilaihi Rabbi. Dan seperti judul lagu Kerispatih, Aku harus jujur yang dirilis tahun 2009, bahwa 9 manusia yang dimaksud juga termasuk saya didalamnya.
Baca Juga : Yang Penting 20, Walaupun Tidak Mengerjakannya
Sobat Sikonyolovers yang budiman dan lagi sedang berpuasa (sekarang), bahwa sebagaimana ulasan diatas, mungkin akan terasa berasa dan lebih cocoknya bila ini kusampaikan diatas mimbar mesjid dan didepan para jamaah sholat Isya menjelang sholat terawih, baik bapak-bapak, Ibu-ibu, Kakek-Nenek, Abang-kakak, dan Adek-adek sekalian serta tanpa kecuali bila sudah calon mertua didalamnya. Sehingga bagi yang malas membaca blog SIKONYOL.com inipun akan mengerti tentang Menyambut Kedatangan Bulan Ramadhan yang sangat berbeda dengan menyambut kedatangan tamu undangan dan jauh berbeda dengan kedatangan calon mertua. Ayo sebarkan kebaikan dengan link tulisan ini.
Blogger Masih Menjadi Barang Langka di Abdya

Blogger Masih Menjadi Barang Langka di Abdya

Hidup di era digital dan informasi ini tidak sama dengan hidup zaman Siti Nurbaya, yang mengirim surat cinta melalui perantara pihak ketiga. Sehingga sudah menjadi suatu keharusan bagi seorang blogger untuk mengetahui perkembangan teknologi terbaru.
Ada apa dengan Mimin? | Dok. SIKONYOL.com 
Ketika mendengar kata langka, tidak sedikit kita mencoba berpikir diluar kehidupan nyata yang sedang kita jalani sekarang ini. Misal, “Andai” aku memiliki barang langka, seperti seterika arang cap ayam, pasti para kolektor akan milirik barang itu dengan lirikan jutaan rupiah yang menjanjikan. Walaupun sebenarnya dia (kolektor) belum tentu menjanjikan jumlah jutaan rupiah seperti yang kita bayangkan.

Mungkin barangkali, akibat terlalu berharap dengan motode instan cepat kaya dan banyak uang, maka khayalan kitapun meninggi hingga menembus angkasa biru. Seolah, begitu memilki barang langka maka dengan sendirinya menjadi miliader, banyak uang dan banyak harta. Ternyata tidak!

Ops, biar tidak melebar kemana-kemana. Seterika yang aku sebutkan tadi, merupakan satu dari sekian barang langka yang aku jadikan objek perumpamaan. Akan tetapi bila ingin mengumpakan dengan barang langka yang lain silakan saja. Insha Allah tidak akan ku permasalahkan. Asalkan tidak bertanya tentang daftar nama barang-barang langka.

Kata “blogger”, masih belum terlalu membahana hingga ke plosok desa daerah tempatku tinggal, Abdya, alias Aceh Barat Daya. Bisa dibilang, masih kalah terkenal dengan Donal Trump, presiden Amerika. Sehingga ketika ku ceritakan, “Cuy, ane blogger, dan ini blog ane (SIKONYOL.com)”. Responnya hanya cukup dengan muka datar saja tanpa disusuli penasaran di belakangnya. Palingan, kalau pun aku bertingkah nyinyir, layaknya host SCTV Award VJ Dhaniel atau bernama lengkap Daniel Mananta. Maka malah mendapat cibiran yang super tidak mengenakkan. Lah, kok jadi curhat ni bogeng!
Baca juga : Kutukan Pilpres, Kalau Bukan Cebong, Kampret!
Ya, mungkin saja dikarenakan algoritma kata blogger hanya sedikit beredar luas disini. Sehingga kata “blogger” menjadi sesuatu mistis dan hanya menjadi sekedar kata saja tanpa mengetahui apa itu blogger sebenarnya. Tapi perlu saya pertegaskan Ini hanya kata “mungkin”. Ya, mungkin iya dan mungkin saja tidak! Sebab dunia sering dipadati dengan kata “mungkin”, makanya gosip sering tumbuh subur seperti seperti jamur diatas taik lembu. Nah, apdholnya silakan ketik di kotak pencarian mbah Gugel “Apa itu Blogger?” pasti ada jawabnya, aminnn.

BTW, apa keuntunggannya bila menjadi blogger?

Ahahaha, inilah pertanyaan pertama yang akan ditanya bila aku terlalu memaksa diri untuk menjelaskan tentang blogger dan apa keuntungannya menjadi seorang blogger? Nah, jawabannya mesti harus buka kitab blogger lagi, agar jawabannya bisa memuaskan sobat Sikonyolover yang ada di Abdya dan sekitar jagat maya tanpa batas ini.

Oke, disini Keuntungan yang pertama, akan aku balik menjadi keuntungan yang terakhir. Jadi ulusan nya di mulai dari angka terakhir.

6. Bisa Kaya dari Blog
Bisa menjadi kaya raya dari penghasilan blog, itu hanya mimpi? tapi perlu di ingat, itu hanya berlaku bagi yang pesimis dan pobhia dengan mimpi. Sebab untuk poin yang satu ini, anda harus tahu dengan Raditya Dika (www.radityadika.com), biar rasa pemisisnya bisa cepat di Uninstall. Masih ada juga blogger suskses luar negeri Gaess.

Raditya Dika, merupakan seorang blogger sukses yang kemudian menjadi penulis. Menurut beberapa sumber, cowok yang ngaku berbadan ramping kelahiran 28 Desember 1984 ini terkenal dengan karya tulisannya yang berjudul “Kambing Jantan” yang kemudian menjadi sebuah Novel.

Selain itu, kini juga merambah kedunia hiburan, Film dan Komedian. Filmnya berbeda dengan film alay yang pernah kamu tonton, yang terkadang bisa membuat mu tujuh kali purnama gagal Move One dari bayang-bayang sang mantan.  Kemudian, kemediannya juga tidak perlu diragukan lagi. Sebab komediannya itu berisi dan berwawasan Nusantara dan ap to det tanpa harus membodohkan diri dan tingkah bodoh.
Baca juga : Ketika Kopi Tak Manis Lagi
Kemudian, tanpa harus menjadi Raditya Dika, Kamu juga bisa melakukan Jobs Review tentang sesuatu produk. Bisa pruduk kecantikan, makanan dan produk-produk lain. Intinya disini kamu mengiklankan produk orang melalui tulisan yang berbentuk cerita dan pengalaman kamu dengan produk tersebut. Gampang bukan? Loh iya. Teman-teman blogger diluar Aceh sering dengan yang Jobs Review dan endorse seperti ini.

Disamping itu, kamu juga bisa bekerja sama dengan Gugel untuk menjadi publicer iklan Gugel, yaitu Google Adsese. Silakan di Gugling untuk cari tahu tentang Google Adsese untuk blogger.

5. Dikenal orang
Kembali lagi, siapa yang gak kenal dengan Raditya Dika? Huft, blogger kondang (–an) yang multi talenta cukup terkenal, baik di dunia alam nyata, maya dan bahkan alam dunia luar kehidupan pun tahu. Mulai dari Kuntilanak, Kuntil Bapak, Gendrowo, Pocong dan bahkan Tuyul kenal denganya. Bahwa Ia adalah blogger atau selebriti blogger Indonesia yang sangat belum ada saingannya. Ternyata Hantu juga kenal ya, om?

Sehingga dengan demikian, sangat terbuka peluang bahwa kamu dikenal luas di masyarakat melalui media seperti koran, tabloid, majalah, radio, hingga semoga bisa tampil di TV seperti Om Dika Angkasaputra Moerwani atau dikenal Raditya Dika.

Bilapun tak sepopuler dia, setidaknya tulisan-tulisan anda akan dibaca oleh warganet Abdya dan sekitarnya. Bukankah dengan bigtu kamu akan dikenal? Lah iyalah cuy. Sekaligus, bisa menjadi modal awal untuk nyaleg tahun 2024 mendatang.

4. Berjiwa Peneliti
Sebagai seorang blogger selain memiliki kemampuan menulis, walaupun tidak mengenal EYD dalam kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar, setidaknya menjadi seorang blogger sangat dituntut harus menguasai berbagai bidang. Satu diantaranya ialah penelitian. Sebab sebelum melakukan posting blog, Anda harus melakukan riset kata kunci online, agar nilai bobot dan bebet bisa mampu membuat gugle tergoda dengan ulasan posting yang kamu kenal.

Jadi wajar saja, kebanyakan blogger bila kamu melihat, seorang blogger itu hampir sama dengan kelasnya ilmuwan dan profesor bukan gadungan hanya tanpa gelar pengetahuannya.

Mie Kocok Khas Abdya, Contoh Gambar Kuliner | Dok. SIKONYOL.com
3. Memilki Ilmu Marketing
Nah, untuk yang satu ini, sangat mudah dilihat dari cara menyajikan konten blog. Kebanyakan dari mereka para blogger yang mempromisikan daerahnya melalui jasa blogger traveler, alias blog tentang dunia pariwisata dan kuliner. Mereka ini tergolong sangat mahil dalam menghipnotis pembaca dengan berbagai konten tentang wisata suatu daerah dan juga kuliner (makan khas) dari suatu daerah yang pernah dikunjunginya atau daerahnya sendiri.
Baca juga : Harga Emas Melambung, Jomblo Aceh Kalah dengan Ayahwa
Jadi, kamu sadari atau gak, menjadi seorang blogger,  maka sama halnya kamu sudah mengetahui dasar-dasar ilmu marketing. Loh kok bisa, gak percaya? Hal ini dikarenakan hasrat bergelora ingin membuat judul posting yang menarik minat pengunjung, meningkatkan trafik blog, hingga memanfaatkan media sosial untuk blogwalking (komentar blog).

2. Tidak Gaptek  dan Selalu up-to-date
Hidup di era digital dan informasi ini tidak sama dengan hidup zaman Siti Nurbaya, yang mengirim surat cinta melalui perantara pihak ketiga. Sehingga sudah menjadi suatu keharusan bagi seorang blogger untuk mengetahui perkembangan teknologi terbaru. Terlebih apabila niche blognya adalah teknologi dan gadget.

Kemudian kamu sudah terbiasa dengan berbagai macam fasilitas di internet, seperti YouTube, Facebook, Twitter, Instgram, Pinterest, Dropbox, SlideShare,dan lain-lain antah berantah. Jadi sangat memungkinkan selalu ingin mencari tahu info terbaru untuk menjadi bahan posting di blognya.

1. Rajin Membaca dan Mudah Untuk menulis
Malas membaca sebuah kunci untuk menjadi orang yang sulit berkembang. Dan hal inilah yang sering dialami oleh bangsa kita Indonesia, sehingga virus hoaks sangat mudahnya menyebarluas hingga ke kerak bumi lapisan bawah.

Nah, karena seorang blogger itu up to date maka sudah barang tentu rajin membaca, tak terkecuali membaca kapan tanggal muda dan kapan tanggal tua sehingga bisa menyesuaikan diri dengan keadaan.

Kemudian, juga terasa mudah untuk menulis. Hal ini disebabkan oleh karena banyak baca, banyak tahu dan tanpa terkecuali banyak akal walaupun sedkit nakal seperti slogan situs mojok.co. Namun percayalah, bila ada yang dibaca maka akan ada bahan (info) yang akan di tulis, dan tak ubahnya dengan makan. Bila makan (memasukkan makan kedalam mulut) maka pasti akan ada tenaga yang dihasil dari makanan yang di makan, selain itu juga ada yang dikeluarkan lewat anu*.
Kutukan Pilpres, Kalau Bukan Cebong, Kampret!

Kutukan Pilpres, Kalau Bukan Cebong, Kampret!

Gerakan fitnah berjamaah terhadap penobatan dua nama tadi, seolah sudah mendapat label halal dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MUI). Sehingga peng-legitimasi-an terhadap cebong dan kampret ini wajar dan wajib diterima oleh setiap umat beragama yang diakui oleh Pasal 29 Undang-undang Dasar 1945. 
Tidak ada Cebong atau Kampret dalam foto ini | Dok. Sikonyol.com
Ku awali Wallahu’alam, Entah bagaimana ceritanya, tingkat kebingungan ku meningkat drastis bila ditanya tentang Kecebong (cebong) – Kampret yang kini lebih populer dari nama-nama ikan yang sering ditanyakan Pak Jokowi saat kunjung kerja ditengah-tengah warga. 

Hal ini menurutku jelas dan sudah terbukti, dimana kuis “Sebutkan nama-nama ikan” yang sering ditanyakan Pak Jokowi tersebut tidak akan mampu di jawab oleh warga yang kesehariannya tidak bergelut di dengan dunia per-ikan-an, mulai ikan asin, ikan kering dan bahkan ikan kaleng. Semoga semua ikan-ikan itu tidak di impor untuk pemenuhan pasokan ikan dalam negeri, ya Gaesss. 


Akan tetapi beda halnya dengan istilah Cebong dan Kampret yang mampu mengalahkan ketenaran Laudya Cynthia Bella dan bahkan jauh lebih terkenal dari club sepak bola Garuda Indonesia. Sehingga warganet dengan mudahnya mampu membedakan mana cebong dan mana kampret tanpa menunggu sampai waktu seminggu. 

Selain itu, cebong yang seharusnya berada di air dan kampret bergantungan di pepohonan, kini tak jarang berada di kolom komentar media sosial jagat maya ini. Mulai dari Facebook, Twitter, Youtube dan bahkan Google plus yang sudah Innalillah pun juga demikian. Jadi tak heran, jangan kan manusia, Google saja sudah duluan dan bahkan sangat ramah dengan kata Cebong-kampret. Keramahtamahannya itu patut diajungkan jempol sepuluh, walaupun harus pinjam jempol jari dan kaki tetangga sebelah. Kalo dijinin ya? 

Sejak tahun 2014 silam, mesin waktu yang terus berjalan menuju ke angka 2019 pun ikut menyeret istilah cebong-kampret didalamnya, tak terkecuali teman Sikonyolovers yang berada diluar angkasa sana. Sehingga lagi dan kembali lagi, cebong untuk pendukung Jokowi dan kampret untuk pendukung Prabowo menjadi sebuah istilah ngetrend yang kemudian mampu memecah belah arus perpolitikan Indonesia pada tataran prakmatis. 

Pada tataran ini, setiap umat manusia yang mendiami wilayah kepulaun negera indonesia yang berjumlah 17.503 pulau akan di judge sebagai Cebong bila mendukung dan berada di barisan Jokowi dibalik Jargon Revolusi mental ini. Sementara itu, bagi teman-teman yang berada di balik barisan Prabowo akan di tuduh sebagai Kampret yang sering tidur siang kepalanya berada dibawah. 

Gerakan fitnah berjamaah terhadap penobatan dua nama tadi, seolah sudah mendapat label halal dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MUI). Sehingga peng-legitimasi-an terhadap cebong dan kampret ini wajar dan wajib diterima oleh setiap umat beragama yang diakui oleh Pasal 29 Undang-undang Dasar 1945. 

Dengan demikian jelas dan membuatku yakin bahwa kata Cebong dan Kampret mendapatkan tempat teratas di alam pikir manusia tanpa harus memperk0s* diri dengan segala imajinasi yang ada. Hmmmm,, 

Baca Juga : Makna Perjuangan Ditinjau dari Lagu Lawas dan Lagu Zaman Now

Namun yang menjadi catatan penting dan wajib digarisbawahi ialah urusan dukung-mendukung, sama halnya dengan urusan cinta-mencintai, dan rindu-merindui. Dimana urusan ini menjadi hak yang harus dan bebas dimiliki oleh warga negara yang menganut asas demokrasi. Sehingga setiap pilihan yang merupakan hak setiap warga ini benar-benar dihargai tanpa harus dituduh dan difitnah menjadi cebong atau sebaliknya menjadi kampret.

Padahal bila dilihat dari definisinya Cebong dan Kampret bukanlah demikian seperti yang sudah saya uraikan diatas sono. 
Kecebong adalah tahap pra-dewasa dalam daur hidup amfibia. Berudu eksklusif hidup di air dan berespirasi menggunakan insang, seperti ikan. Tahap akuatik inilah yang membuat amfibia memperoleh namanya. Kebanyakan berudu herbivora, memakan alga dan bagian-bagian tumbuhan. Beberapa spesies merupakan omnivora.  
Sedangkan Kampret menurut penjelasan di laman wikipedia.org adalah anak kelelawar dalam istilah Jawa. Berasal dari kingdom Animalia, Filum Chordata, Kelas Mammalia, Ordo Chiroptera, Subordo Microchiroptera. 
Nah, oleh sebab itu sudah jelas bukan! Cebong dan Kampret bagaimana bentuk dan jenisnya. Dan mulai dari sekarang berhentilah untuk saling mengutuk atas nama cebong dan kampret. Sebab Kalau bukan Cebong, belum tentu Kampret. Dan kalau bukan kampret juga bukan cebong. Akan tetapi yang pastinya kita adalah Bhinneka Tunggal Ika. 
Ketika Kopi Tak Manis Lagi

Ketika Kopi Tak Manis Lagi

Pernahkah terpikirkan cara membuat kopi tanpa gula atau membuat kopi dengan kayu manis? Meskipun belum pernah di coba oleh para nenek-nenek terdahulu, ku yakin sangat banyak manfaatnya. Misal manfaat kopi pahit untuk diet, kopi pahit bikin kurus, manfaat kopi pahit untuk wanita dan kopi pahit bisa membakar lemak
Menikmati kopi Di Puncak Gureute, Aceh Jaya | Foto : Dok. Sikonyol.com 
Seandainya saja, aku mampu membuat konferensi tingkat Internasional yang di biaya melalui dana aspirasi Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), mungkin beragam definisi pun akan muncul tentang definisi kopi. Namun meskipun demikian, percayalah hal ini pasti tidak akan merubah cita rasa kopi itu sendiri. Alih-alih juga untuk mempromosikan cita rasa kopi Aceh yang dikenal dunia. Disamping itu juga mengundang investor asing untuk tanam saham di bumoe Serambi Mekkah ini seperti yang di impikan oleh Pemerintah Aceh.

Ya, walaupun ini hanya harapan yang berbentuk angan-angan dan jauh dari kenyataan, tapi setidaknya sudah aku sampaikan harapan Konyol ini melalui definisi kopi. Tujuannya juga tidak lain dan tidak bukan, hanya untuk mendongkrak ekonomi ke-rakyat-tan (untuk rakyat tidak ada). Selebihnya, mungkin bisa dijadikan agenda politik, apakah membangun cita diri atau berkampanye ria menyongsong 2019 mendatang. 

Walaupun banyak celoteh, cibiran dan kritikan,terhadap penguasa negeri ini, maka yakinlah, kopi akan mempersatukan kita dalam satu meja, satu cerita dan satu tujuan. Meskipun sebenarnya di zaman teknologi canggih ini, jari jempol terus menerus mengasikkan kita terlelap dengan dunia yang berbeda. Tak terkecuali juga dengan kenderaan politik. 

Dalam perpolitikan, kerja, lobi dan negosiasi, sepertinya Aceh yang kerap disebut dengan Kota seribu warung Kopi ini, secara tidak sadar mengharuskan segala proses yang dilaluinya itu selalu dilibatkan kopi didalamnya. 
Baca Juga : Menikmati Capucino Daun Ganja, Lupa Siguhi Gula
Misal, saat menerima tamu, pasti ditawari kopi. Kemudian usai bekerja atau bantu-bantu teman seperjuangan, pasti dikasih uang kopi. Bila sudah lama tidak jumpa, pas waktu ketemuan pasti diajak minum kopi. Tapi meskipun hampir semua urusan dilibatkan kopi, percayalah kita tidak pernah libat Jesica untuk minum kopi bersama. Jadi jelas aman kopinya. 

Berbicara tentang definisi kopi, tidak sedikit orang juga banyak membuat tafsir yang berbeda-beda. Ada yang mentafsir kopi dari kepanjangan kata 'KOPI'. Huruf 'K' berkepanjangan 'Ketika', kemudian huruf 'O' berakti 'Otak', huruf 'P' berarti 'Perlu' dan huruf terkhir 'I' berarti 'Inspirasi'. Jadi, Kopi dibutuhkan 'Ketika Otak Perlu Inspirasi'. Sehingga sangat memungkinkan, bila semua proses yang dilalui itu dibarengi dengan kopi. Lengkap ya Om!

Lalu, bagaimana dengan tafsir kamu-kamu terhadap kopi? Silakan berbeda pendapat, asalkan tidak saling menyalahkan antara sesama penikmat kopi. Apalagi sampai melakukan Black Campaign menjelang pemilu tahun 2019, hanya dikarenakan beda tafsir tentang kopi. Sungguh sangat terlalu kata bang Haji Rhoma Irama. 

Selain itu, Kopi yang berbentuk minuman pada umumnya itu diseduh terasa manis. Terserah siapapun yang membuatnya. Apakah simanis atau ibunya simanis. Akan tetapi walaupun memilki rasa manis, pada saat-saat tertentu justru tidak terasa manis lagi. 
Baca Juga : Parah! Mie Kocok Meruntuhkan Komitmenku 
Nah, ku harap sepuluh kali berharap tidak manis kopi tersebut bukan salahku, bukan juga salahmu. Itu hanya keadaan saja yang memaksa demikian. Sehingga kopi hitam yang manis atau simanis ini terasa pahit bak usai minum puyer bintang tujuh. 

Lalu, kenapa Kopi manis tersebut tidak terasa manis lagi? Ada sedikit pendapat tentang tidak terasa manisnya kopi. 
  • Ketika Kopi Lupa Suguhi Gula 
Hal ini sangat tidak jarang terjadi. Dimanapun dan dalam keadaan apapun, bisa saja sipembuat kopi lupa suguhi gula dalam secangkir kopi. Terserah atas dasar alasan apapun, baik sengaja maupun tidak sengaja. Tapi ikhlaslah dan maafkanlah tidak ada jawaban yang pasti tentang hal ini. 
  • Ketika penikmat kopi sedang galau dan putus cinta 
Menjadi jomblo yang baru saja di putusin pacar, itu memang terdengar sangat menyakitkan, menyedihkan dan bahkan pikiranpun menjadi kacau. Sehingga akibat dari perasaan galau tersebut, kopi pun tidak terasa manis lagi. 
  • Ketika "Lampu kuning" untuk para penikmat kopi yang menderita penyakit strok, asam lambung dan darah manis. 
Lampu kuning peringatan ini, tidak sama dengan traffick light yang ada di persimpangan jalan. Tapi lampu kining yang dimaksud ini adalah alarm atau tanda peringatan untuk penikmat kopi. Walaupun memilki seribu alasan tidak akan berlaku atas nama medis. Namun, sebagai penikmat kopi sejati justru mengakali alarm ini dengan sensasi kopi yang tidak manis alias kopi pahit. (silakan ditambah selanjutnya di kolom komentar
Menikmati kopi disaat jeda Jam Kerja | Foto : Dok. Sikonyol.com
So, sudah tahukan kapan kopi tersebut akan berubah manjadi tidak terasa manis lagi? Semoga kopi pahit tidak mengisyaratkan tentang kehidupanmu jomblo yang amat pahit ini. Akan tetapi tetap akan inspirasi seperti definisi Kopi “Ketika Otak Perlu Inspirasi”.
Harga Emas Melambung, Jomblo Aceh Kalah Saing dengan Ayahwa

Harga Emas Melambung, Jomblo Aceh Kalah Saing dengan Ayahwa

Ditengah harga emas melambung, harga terong naik, dan harga susu membengkak tapi tidak memasung niat Jomblo tua yang semakin nekat menyelip pemuda Jomblo yang sudah lama melanglang buana terganjar oleh mahar dan rupiah. 
Pemuda Tak Jomblo | Foto : Dok. Sikonyol.com
Sekilas aku beranggapan wajar saja, bila gadis doyan dengan Ayahwa (Pak Tua). Sebab yang mudapun terkadang juga doyan dengan yang janda. Sehingga hubungan sebab akibat ini kerap kali menjadi alasan untuk memutus dan menentukan pilihan, tua dengan yang muda. Bila kata pepatah, sambil menyelam minum air namanya. Alih-alih mencari yang berpengalaman sekaligus menjamin kehidupannya. 

Melihat fenomena semacam ini, seakan tradisi sudah meng-aminkannya. Muda vs Tua menjadi trend yang sedang marak terjadi. Ya, kuncinya seperti yang sering disampaikan oleh anak muda alay kampungku, “ada uang ada barang”. Seolah mengisyaratkan, semua tertumpu pada harta dan uang. Sehingga pemilik modal merasa sangat mudah dalam hal memenangkan hati seorang wanita untuk dipersunting menjadi permaisuri dalam rumah tangganya. 

Ajeb lah, bila hal ini terus-terusan terjadi. Kaum Muda yang Jomblo merasa terkorbankan dalam pusaran asmara yang tercemar oleh arus materialistik. Seolah yang beruang (tetap manusia) satu-satunya dianggap menjamin kabahagiaan hidup dalam berumah tangga. Padahal dalam roman dan novel yang pernah ku baca, justru nikmat cinta itulah yang berperan untuk menggerakkan hati dua insan yang berpasangan (sah) ini mencapai bahagia dalam membina keluarga sakinah mawaddah warrahmah, katanya. 
Baca Juga : Harga Emas Melangit, Pemuda Aceh Terancam Melajang Seumur Hidup
Beberapa hari yang lalu, bila boleh aku melebay. Tepatnya hari Jumat tanggal 8 Juni 2018. Wargenet yang berdomisili di Aceh yang sering kepo sosmed bak terasa tenggelam dalam lautan asmara hingga kedasar samudera. Apalagi yang Jomblo, seolah semua harapan sudah sirna. Hal ini sontak mejadi viral, setelah beredarnya foto usai Ijab qabul Bupati Pidie Aceh dengan gadis muda Asal langsa di Jagat Maya. 

Salah seorang Jomblo yang sudah berkepala tiga, yang namanya aku samarkan merasa bak di datangi malaikat sakaratul maut, lidah kelut, angan melayang entah berantah dan bahkan hampir setengah jiwanya pergi, setelah mendengar kabar pernikahan ini. Benar sih, perempuan itu bukan pacarnya. Apalagi dituduh kakak Iparnya, sungguh sangat tidak mungkin. Akan tetapi yang menjadi alasan baginya, yang tua semakin kencang menyelip yang muda bak berlaga di pacuan kuda liar. 

Selain itu, dalam ungkapan penuh harubiru ia berucap, anak muda khususnya Jomblo, makin hari semakin ketinggalan. Sedangkan yang tua semakin laris. Persis dan sama dengan larisnya obat kuat, di pasar online, dalam memenangkan hati perempuan muda belia untuk menjadi pelipur lara, penghapus derita dan pelepas rasa dahaga. Sementara yang muda, semakin bertahan dengan status Jomblonya yang kemudian menjadi barang antik koleksi zaman melenial. 

Walaupun pedih, perih dan terasa teriris-iris. Luka dan cemburu pun menyatu menjadi satu, terus menghujam hingga ke dalam pangkal anus. Kemudian ditambah dengan bisikan pertanyaan super serem menjelang lebaran tiba. Mulai dari kapan nikah, kapan lepas lajang dan kapan berkeluarga? Aduhai, semoga malaikat cinta segera mengirimkan Jodoh buatnya. Amin
Mendengar keluh-kesah ini, aku yang hampir berkelapa banyak seperti dia pun ikut bersimpati. Walaupun sebenarnya tidak seperti XL yang nyambung terus mendengar curhatan kisah Jomblo yang sedang disandrung pilu berbalut cemburu. Seolah walaupun sudah memilki baju baru lebaran, terasa tidak ada apa-apanya setelah tragedi patah hati pada pekan lalu. 

Ditengah harga emas melambung, harga terong naik, dan harga susu membengkak tapi tidak memasung niat Jomblo tua yang semakin nekat menyelip pemuda Jomblo yang sudah lama melanglang buana terganjar oleh mahar dan rupiah. Semoga saja tidak menjadi Jomblo Abadi.
Hampir bunuh diri | Foto : Dok. Sikonyol.com 
Bila ditanya sakit, mungkin sekilas terjawab biasa saja, tapi luka dalam yang mengiris-iris hati itu tak bisa digambarkan dengan kata-kata. Dan ku yakin pujangga yang sudah berpuluh tahun berkelana di hutan cintapun akan menangis tersedu dengan perasaan luka. Apalagi pemuda melow seperti aku ini, pasti bakal galau, lalu sembuh dan membuat gubahan seperti Zainuddin di Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, karangan Buya Hamka. 

Nah, dari peristiwa ini membuktikan bahwa Pemuda Jomblo kalah telak bersaing dengan Tua Jomblo. Sehingga atas alasan apapun di zaman melenial ini, kesetiaan akan tergadaikan oleh rupiah, sementara cinta akan terus menyala bak api dalam sekam. Namun suatu waktu akan padam dengan kisah yang baru.
Yang Penting 20, Walaupun Tidak Mengerjakannya

Yang Penting 20, Walaupun Tidak Mengerjakannya

Apalagi berharap dapat tawaran wanita cantik, yang katanya Bidadari surga. Sungguh sangat mesum otakku bila aku yang masih sangat bangsat ini memiliki niat demikian. Namun kembali lagi, aku hanya Manusia Biasa yang tak lepas dari khilaf seperti lirik lagu Radja yang rilis tahun 2014 silam.
Sholat Berjamah | Dok. Sikonyol.com
Bisa aku pastikan bahwa, aku adalah satu dari sekian jomblo dan teman-teman seiman merasa Gegana, Gelisah Galau Merana seperti lirik lagu Cita Citata berjudul Goyang Dumang. Gegana disini bukan karena ditolak lamaran dan bukan juga karena gak ada uang beli baju lebaran. Akan tetapi gegana disini karena kondisi menjelang ramadhan di Aceh masih berkutik pada perdebatan jumlah rakaat taraweh. 

Mungkin bagiku hal itu sudah tuntas dan tidak perlu diperdebatkan dengan alasan apapun dan juga dengan ancaman apapun. Tidak terkecuali dengan alasan gombal yang menawarkan surga dunia. Sebab esensi dari sebuah ibadah, menurutku bukan mengejar surga. Apalagi berharap dapat tawaran wanita cantik, yang katanya bidadari surga. Sungguh sangat mes*m otakku bila aku yang masih sangat bangsat ini memiliki niat demikian. Namun kembali lagi, aku hanya Manusia Biasa yang tak lepas dari khilaf seperti lirik lagu Radja yang rilis tahun 2004 silam. 

Lantas seperti apa juga aku? Sebanarnya cuma Aku dan Tuhan yang tahu. Apalagi persoalan Ibadah itu hanya berharap ridho Illahi Rabbi sematalah yang menjadi motivasi diri dalam berbuat kebaikan, melaksanakan perintah dan juga menjauhi larangan-Nya. Selain itu, logika konyolku juga beranggapan bahwa, Ridho Illahi Rabbi itu nomor wahid dan surga number one dari belakang. 
Baca Juga : Usai Sholat Jum'at, Siapakah yang Paling Cepat Keluar dari Mesjid?
Berkaitan dengan hal tersebut, beberapa malam yang lalu usai terawih disebuah mesjid di pusat Kota Blangpidie Abdya. Aku dengan dua orang teman yang tidak wajib ku sebutkan namanya duduk disebuah warkop yang tidak terlalu jauh dari mesjid tempat kami sholat terawih tadi. Nama warkopnya,,, ah sudahlah tidak perlu kusebutkan. Sebab pemilik warung tidak minta review warungnya. Hehehe. gratiskan dulu kopinya, biar di review

Sambil menikmati kopi malam dengan suasana sedikit dingin, anginpun datang menyapu sisa-sisa mendung setelah usainya hujan. Ya, kopi panas pasti akan menjadi penghangat suasana sebelum kami memulai pembicaraan tentang Estetika Ramadhan. 

Dari pembicaran tersebut, ya maklum lah “Haba Waroeng Kupi” (pembicaraan di warug kopi; read) yang terkadang tidak jelas arah dan tujuannya kemana. Kalau kata Ustad kondang UAS, inilah yang katanya asbun alias asal bunyi dan tidak bisa dipertanggungjawabkan akan tetapi sangat memungkinkan dan patut untuk diseret ke ranah hukum sebagai pembelajaran untuk semua generasi orde lama hingga generasi melenial. 

Tapi ya sudahlah, Judul dari estetika ramadhan beralih ke ironinya ramadhan. Sehingga dua teman yang berstatus sama lajangnya dengan ku hanya bisa diam saja, sambil nguping secara detail dari titik hingga koma terhadap pembicaraan sekelompok orang yang hampir berkepala empat. Tapi yang perlu diingat, bagiku mereka itu persisi seperti kepala kambing terbakar. Sudah dibakar tapi masih juga tertawa. 

Ads
Pembicaraan super bodoh mereka tidak terlepas tentang isu yang sering berembus saat menjelang ramadhan tiba dari jaman sebelum Indonesia lahir. Kebayangkan, sudah berapa tahun lamanya. Barangkali mereka adalah generasi yang gagal Move On dari perbedaan khilafiah atau Ikhtilaf semata. Sehingga masalah sholat yang bukan wajib tersebut terlalu rumit pembahasannya. 

Mirisnya, kemudian hal ini juga menjadi isu yang dikelola oleh seorang hamba Allah yang diagungkan kebanyakan manusia di Aceh ini sebagai upaya diskriminasi sesama muslim, hanya persoalan jumlah rakaat saja. Sehingga dengan bangga mengeluarkan fatwa Bid’ah tentang sholat terawih sebelas rakaat tanpa referensi hadis yang jelas. Dan sangat disayangkan lagi jamaah yang tidak tahu apa-apa cendrung takrik buta dan ngekor untuk memfitnah bahwa kelompak A salah, kelompok saya benar. 

Duh, kopi panaspun sudah hampir dingin, akibat terlalu pasang kuping buat mereka. Meskipun sebenarnya bila aku terlalu berani untuk menolak pernyataan atau fatwa tersebut, pasti keberanianku kalah terkalahkan oleh sikap prontal mereka sebagai wujujd penghambaan diri mereka terhadap Maha Guru mereka dan aku akan di judge dengan stigma negatif sebagai wahabi. 

Cie alah, terserah wahabi juga manusia toh dan tidak se-ekstream mereka dalam memahami agama dan berguru hingga level menghambakan diri. Meskipun sebenarnya mereka terlalu peak memahami apa itu wahabi dan bagaimana sejarahnya. Yang pasti sejarah wahabi itu tidak terdapat di buku pelajaran Sejarah Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan juga Madrasah Aliyah juga tidak terdapat di bangku kuliah. Intinya cari sendiri, jangan hanya tunggu dari mulut doang, kesalku. 

Ayo Tarawih | Foto :nu.or.id
Yang lucunya, dari hal kecil ini justru sangat antusias didukung oleh mereka anak jablay yang bodoh disertai peak untuk menghidupkan kompor dan memanas-memanaskan publik di dunia maya bahwa fatwa sholat sebelas rakaat itu bid’ah. Baik dengan video abal-abal alias abu-abu yang tidak jelas warnanya juga dengan berbagai posting sosmed yang bertujuan untuk pembenaran. Sementara ia sendiri tidak pernah sholat lima waktu dan menolak penjelasan video oleh ustad-ustad lain yang lengkap dengan dalil Al Quran dan Hadist shahih. Ya, bisa dikatakan Yang Penting 20, Walaupun Tidak Mengerjakannya.
Baca Juga : Akibat Taat Kepada Allah, Dua Ulama Aceh Meninggal Dunia
Selain itu, menurut cetus temanku yang sama bangsat denganku, berbicara tentang agama bagi mereka hanya orang-orang tertentu sajalah yang boleh mengulas dan menjelaskan tentang seputar agama. Dan ketika maha guru sudah mengatakan A, maka dilarang untuk mengkritik apalagi membatah, sekalipun itu salah. Sepertinya, Pasal Senioritas tumbuh subur bak jamur diatas taik lembu. Hahahaha, 
Pasal 1 
Senior tidak pernah (ngaku) salah.  
Pasal 2 
Bila senoir salah kembali ke Pasal 1. 
Ah, yang benar saja ini, aku membathin. Mau jawab, entar tamat pula riwayatku. Apalagi aku dan teman-teman selajangku kan masih lajang, sayang belum nikah. Namun pun demikian, sebagai lajang yang merdeka, menurut kami sangat tidak bijaksana rasanya bila orang yang demikian dijadikan penyejuk bathin bagi anak-anak alay, jomblowan dan jomblowati. Ya, mungkin itu cocok buat mereka bapak-bapak yang mainstream terhadap akhirat dan mengabaikan dunia. Padahal mereka lupa, menuju akhirat biar mulus kayak jalan tol, mesti banyak ibadah dan berbuat baik sesama makhluk dulu. Inilah yang bakal menjadi bekal menuju akherat. 

Toh, persoalan sholat malam ramadhan mau sebelas, dua puluh tiga dan tiga pupuh sembilan, itu semua ada dalilnya. Pun juga sudah berlangsung lama sebelum internet (katanya) itu ada. Yang terpenting kerjakan menurut paham masing-masing, jangan menghujat dan merasa diri paling benar. Sebagai catatan yang harus disalahkan dan difatwakan ialah mereka yang tidak mengerjakan salah satu dari shlat terawih delapan, dua puluh dan tiga puluh enam. 
Parah! Mie Kocok Meruntuhkan Komitmenku

Parah! Mie Kocok Meruntuhkan Komitmenku

Mie kocok Abdya yang merupakan mie ciri khas negeri china ini berbeda dengan Mie daerah Aceh yang lain. Sebab jenis mie ini tidak hanya disajikan dengan mie kuning, daging, dan toge saja, akan tetapi pada mie ini juga ditambahkan mie putih atau bisa juga disebut kue tiaw
Sejak beberapa hari lalu, bumi yang gersang bak di gurun Sahara ini kembali di sirami oleh hujan. Seakan petanda awal bahagia bagi Jomblo akan segera tiba. Tak hanya itu, seolah kenangan indah bersama mantan akan lenyap disapu hujan tanpa meninggalkan bekas yang membuat suasana menjadi kelam hingga dilanda banjir galau sejagat maya. Sepantasnya kata Alhamdulillah patut untuk kita lontarkan sebagai wujud syukur atas anugrah Tuhan yang tidak terangka jumlahnya. 

Musim hujan kali ini, masih sama dengan musim hujan yang sudah-sudah. Suasana dingin, angin, petir dan badai kerap datang menghampiri kehidupan yang masih sendiri ini. Bila boleh ku umpamakan dingin sebagai rindu akan sebuah pelukan, angin menjadi emosional, petir sebagai amarah dan badai sebagai sebuah reaksi kesal, maka sudah hampir cukup untuk kusimpulkan, itulah penyebab dari status lajang yang sudah hampir kadarluasa yang banyak dialami oleh banyak anak muda. 

Para Pemburu Mie Kocok | Foto : Irma Adek Vinda

Makna Perjuangan Ditinjau dari Lagu Lawas dan Lagu Zaman Now

Makna Perjuangan Ditinjau dari Lagu Lawas dan Lagu Zaman Now

Menjadi pahlawan seperti Batman, Superman Spiderman, Ultraman Catwoman dan seluruh keluarga akhiran Man (kecuali aku Pujiaman) juga bisa dikatakan sebagai pejuang. Ya, karena mereka para “man” sudah berjuang seperti definisi yang sudah aku katakan tadi pada paragraf pertama, itu sudah lebih dari cukup. 
Kakek berjuang demi Kau dan Sibuah Hati | Edit : Sikonyol.com 
Kini perang penjajahan Belanda telah usai, akan tetapi masih sangat banyak perjuangan-perjuangan lain yang akan di ‘demi’ –kan. Hal ini tetap akan berlanjut bagi setiap insan didunia ini, tidak terkecuali dengan insan jomblo. Mungkin perjuangan ini barangkali hanya akan terhenti saat datangnya Izrail. Namun yang perlu diingat, meskipun perjuangannya hanya demi sesuap nasi saja dan selebihnya untuk beli pesawat terbang, itu tetap bagian dari sebuah perjuangan. 

Seperti yang sudah kita pahami bersama, tidak terkecuali dengan aku, bahwa perjuangan merupakan usaha yang dilakukan untuk memperoleh sesuatu tanpa peduli konsekuensi dan resiko terhadapnya dan bahkan terkadang harus mengorban diri sendiri. Nah, itu definisi menurut ku. Sedangkan menurut Sobat Sikonyolovers pastinya aku tidak tahu. Terserah bagaimana redaksi bahasanya, asalkan memiliki sebuah tujuan mulia, yaitu demi kebaikan. 

Lazimnya, orang yang pernah berjuang pasti memiliki sebuah kebanggakaan tersendiri baginya, apalagi mereka yang memilki jiwa kesaktria. Tak kenal lelah, letih dan bahkan rela mengorbankan nyawa untuk sebuah perjuangan. Perjuangan disini tak mesti seperti yang dilakukan para nenek monyang atau tetua kita terdahulu saat melawan para penjajah Belanda yang kemudian disebut sebagai pahlawan. 
Baca Juga : Paling Ditakuti, Ternyata Binatang ini Bikin Kesal Warganet Sejagad
Menjadi pahlawan seperti Batman, Superman Spiderman, Ultraman Catwoman dan seluruh keluarga akhiran Man (kecuali aku Pujiaman) juga bisa dikatakan sebagai pejuang. Ya, karena mereka para “man” sudah berjuang seperti definisi yang sudah aku katakan tadi pada paragraf pertama, itu sudah lebih dari cukup. 

*** 

Demi Kau dan Sibuah Hati 
Lagu lama sering disebut oleh kids jaman now dengan sebutan lagu lawas. Sedangkan kaum kelahiran tahun 90-an mengatakan, ini adalah lagu tembang kenangan. Ya, tentang hal itu apapun sebutannya, lagu itu berbeda zaman dengan zaman now. 

Mengenai lagu lama dalam sebuah perjuangan, mungkin tidak asing lagi bagi Sobat Sikonyolovers yang lahir pada tahun 90-an. Sebab liriknya mudah dinyayikan, hampir sama dengan mudahnya membalikkan telapak tangan. Ya, lagu yang dimaksud ialah “Demi kau dan Sibuah Hati” yang pernah di populerkan oleh Pance Panda pada tahun 90-an. 

Lagu ini menceritakan sebuah perjuangan yang dilakukan oleh sesorang untuk membahagiakan orang yang dicintainya, yaitu kau dan sibuah hatinya. Sehingga sangat mudah ditebak bahwa, perjuangan yang dilakukan dalam lirik lagu itu untuk membahagikan orang dicintainya, walaupun yang dilakukakan itu berdampak pada dirinya yang harus pergi malam. 

Bukankah seperti yang kita tahu bahwa, kerja malam pasti bergadang jadinya. Sedangkan bergadang kan tidak baik untuk kesehatan. Apalagi seperti yang sudah disampaikan oleh Bang Haji dalam lagunya “Bergadang jangan bergadang” yang katanya kena angin malam, penyakit akan mudah datang. 

Asalkan Kau Bahagia
Lagu zaman now, terbilang sungguh sangat mudah dan simpel liriknya. Mudah dingat, dimengerti dan juga mudah dinyanyikan dengan alat musik berupa gitar. Asalkan bisa main gitar. Tapi apa benar, mudah? Ya, tanyakan saja kepada sipencipta lagunya. 

Kembali kepada sub judul diatas, Perjuangan dalam lagu zaman now juga memiliki sedikit kesamaan dengan lagu lawas. Bila diilustrasikan dengan angka, bisa dibilang, sebelas dua belas. Sehingga perbedaan dan kesamaan sangat berdekatan, sama seperti dengannya Aku dengan Kamu yang akan menjadi Kita. To twiit tali. 
Baca Juga : Ternyata Penjual Mie Di Aceh Sering Langgar Kode Etik
Dalam lagu lawas, perjuangan yang itu “Demi kau dan sibuah hati” namun dalam lagu zaman now berjudul “Asalkan kau bahagia” yang dinyanyikan oleh Grop Banda Armada. Dari lagu zaman now bisa dipastikan bahwa semua dilakukan hanya karena kata “Demi” malah rela mengorban diri terhadap orang dicinta walapun bathin sendiri harus terluka dengan pesan Asalkan kau bahagia. Dibilang sedih, pilu, terturih dan sakit, jawabannya iya! tapi inilah perjuangan yang terkadang harus rela berkorban dengan resiko yang sangat menyakitkan. 

Dari dua lagu tersebut diatas, walaupun diakhirnya harus menyakitkan, setidaknya perjuangan tetap terus dilakukan dengan sebuah kebaikan. Sedangkan mengenai lagu, aku harap semoga sobat Sikonyolovers sudah hafal lagunya. Alih-alih bisa dinyanyikan pada pernikahan mantan.

Paling Ditakuti, Ternyata Binatang ini Bikin Kesal Warganet Sejagad

Paling Ditakuti, Ternyata Binatang ini Bikin Kesal Warganet Sejagad

Ya, asumsi yang dibangun secara ‘mengerikan’ oleh apara ahli sejarah tentang binatang yang katanya, pernah hidup berjuta-juta tahun yang lalu sebelum manusia ada dimuka bumi ini sungguh sangat buas. Yaitu, meng-canibal-kan sesamanya, sehingga bintang tersebut punah. 
Dino meng-canibal-kan sesamanya | Foto : Edit SIKONYOL.com 
Kata orang, takut itu tidak berani. Bila ia berani maka ia tidak takut. Ah, menurutku steatment maha konyol se-nusa ini sangat fundamentalis untuk dibahas. Apalagi harus mengundang para pakar bahasa dari Universitas terkemuka di Indonesia. Hanya untuk membincangkan makna dua kata yang bersifat antonim ini (lawan kata). Aku rasa itu sungguh lebay bin alay, sebab kata takut dan berani bukanlah topik pembahasan yang berujung pada debat pro-kontra hingga mulut berbusa-busa untuk mempertahankan argumen yang tidak penting tentang takut dan berani. 

Takut kepada pada binatang buas, tidak sedikit manusia dibumi datar (teori konspirasi) atau bumi bulat mengalaminya. Tapi ingat, seperti yang sudah kita ulas tadi diatas, bahwa takut itu karena tidak berani. Sedangkan terjemah kosa kata secara harfiah takut dan berani versi Sobat Sikonyolovers, silakan buka kamus. Mau kamus bahasa Indonesia, Francis, Mandarin atau bahasa planet selain bumi. Sumpah, tidak aku permasalahkan! 

Satu dari sekian binatang buas, hampir bisa dipastikan bahwa dinasaurus merupakan binatang nomor wahid ditakuti oleh manusia. Kenapa demikian? Ya, asumsi yang dibangun secara ‘mengerikan’ oleh apara ahli sejarah tentang binatang yang katanya, pernah hidup berjuta-juta tahun yang lalu sebelum manusia ada dimuka bumi ini sungguh sangat buas. Yaitu, meng-canibal-kan sesamanya, sehingga bintang tersebut punah.

Baca Juga :
Pun demikian, juga ada pendapat lain yang mengatakan, bahwa itu binatang punah karena perubahan suhu bumi yang pernah berubah pada suatu zaman (sebelum manusia) yang sungguh sangat ekstrim. Namun yang perlu dicatat dan dihafal didalam hati, semua pendapat tentang kepunahan binatang mengirikan tersebut tidak terlepas dari teori Evolusi dari Charles Darwin (1809-1882) yang dikenal dengan sebutan Seleksi Alam. 

Lagi dan lagi kuperingatkan! pembahasan ini bukan tentang sejarah. Ini hanya pembahasan tentang binatang yang bisa bikin kesal warganet sejagad. 

Lah, eu,, hai.!!! 

Yah, topik tersebut, menurutku dengan rasa yakin 100% para warganet yang sering yang bermain browsing-browsingan pasti paham dengan binatang Dinosaurus, Bukan Dina yang selalu kurus, kaktus dan Google Chrome. Dino (sebuatan singkat Dinasaurus), Kaktus dan Google memang memiliki hubungan, tapi memang tidak seperti hubungan percintaan di film Ada Apa dengan Cinta? Yang pernah tayang dilayar televisi sekitar awal abad XXI silam. Dimana mereka terlibat dalam ikatan asmara cinta segitiga. Hehehehehe.

Yupz, kembali lagi pada Dino, Kaktus dan Google. Ketiga-tiga dari mereka terbilang sering menghiasi desktop Sobat Sikonyolovers. Namun yang selalu menjadi fokus bersama secara berjamaah sobat Sikonyolovers ialah Dino. Ia yang sering bikin warganet kesal, keluar tanduk, keluar taring dan muka memerah. Persis seperti di Film-film Rahasia Ilahhi dong. Maaf, muka memerah bukan karena sedang kasmaran dengan seorang cewek cantik putri Raja Negeri Khayangan tapi merah hanya mengendalikan rasa kesal yang berkecamuk hingga ke ubun-ubun. 

Sepantasnya, beragam kalimat makian terhadap binatang yang mengirikan (Dino ; read) tersebut tak terbendung dengan kuat. Sebab kemunculannya Dino disaat Google Chrome gagal terkoneksi ke Internet ini sama seperti kedatangan Jelangkung, “Datang gak Di Jemput Pulang gak Di Antar” kasihan! Entah berapa milyar mulut yang mengumpat makhluk yang sudah berwujud kecil dan tidak berdaya ini?. Semoga Anda bukan bagian dari sekian milyar tersebut.

Ilustrasi by : chromplex.com
Penampakan yang tidak seperti gentayangannya Sinder bolong yang diperankan Mrs. Suzanna ini, merupakan sebuah game yang ditanamkan oleh pihak Google pada aplikasi browser Chrome saat gagal terhubung ke Internet sejak tahun 2014 silam. Meskipun membuat kita gagal paham, yang disusuli pertanyaan, apakah iya, Dino anti dengan kaktus? Sehingga Sebastien Gabriel selaku sang desainer game tersebut menyimpulkan Dino kena kaktus mati (game over) di game tersebut? silakan cari tahu dan beri jawaban di komentar posting ini.
Aduh! Kebijakan Terbaru Google Bikin Galau Pencuri Konten

Aduh! Kebijakan Terbaru Google Bikin Galau Pencuri Konten

Dimana Google sebagai pengendali kecanggihan teknologi internet ini, semakin beraninya memperlihatkan kemampuannya. Seolah ia mampu mengalahkan kemampuan Mak Lampir di Film Misteri Gunung berapi yang berjilid-jilid ini dalam hal mengetahui keberadaan seseorang.
Google Fred versi blog SIKONYOL.com
Jaman Now, pengembangan teknologi canggih sama sulitnya dengan membendung air sebanyak sungai Musi di Palembang. Sehingga perkembangannya dalam 5 tahun terkahir ini, begitu cepat. Baru saja sekitar tahun 2012 lalu kita kenal dengan smartphone Black Berry Masenger (BBM), tak lama kemudian disusuli dengan hadirnya smartphone Android yang jauh lebih canggih dari sebelumnya.

Dimana, aplikasi yang kita butuhkan bisa disedot layaknya sedot Susu Cap Nona tanpa harus ke konter Handphone lagi. Asalkan memiliki kouta data Internet yang cukup, anda akan memperoleh aplikasi yang dibutuhkan. Tak hanya itu, smartphone atau yang sering disebut telepon pintar, yang katanya sepintar Albert Einstein seorang ilmuan Fisika yang berkebangsaan Jerman ini, ternyata bisa mendeteksi cuaca, peta wilayah serta berbagai fitur kecaanggihan lainnya. Seolah hal yang semacam ini, membuat dunia bisa dikendalikan dalam genggaman tanpa harus memakan waktu yang lama.

Begitu juga hal dengan perusahaan raksasa dunia ke-internet-an sejagat ini. Dimana Google sebagai pengendali kecanggihan teknologi internet ini, semakin beraninya memperlihatkan kemampuannya. Seolah ia mampu mengalahkan kemampuan Mak Lampir di Film Misteri Gunung berapi yang berjilid-jilid ini dalam hal mengetahui keberadaan seseorang.
Sebagai contoh, baru-baru ini google baru saja menerapkan sebuah keputusan baru tentang Algoritma Google terhadap publikasi konten asli yang berkualitas. Kebijakan ini, sangat bertujuan positif untuk menjaga kualitas konten yang posting oleh para blogger atau para pekerja dunia maya dari berbagai jejaring media sosial.

Selain itu, Mbah Google yang baik hati kadang-kadang ini juga bertujuan untuk menekan angka pencuri konten (tulisan) dan ragam jenis konten lainnya, seperti video dan gambar. Sehingga se-senior apapun para maling konten ini tidak serta merta dengan mudahnya, konten yang di publisnya pada blog atau situs pribadinya nongol ke Page One pencarian Google. Atau bahkan ada sebuah ancaman yang menyatakan bahwa konten curian atau yang tidak berkualitas tersebut akan  tenggelam dalam labirin kegelapan atau bahasa ponak-an ku di DELETE.

Baca Juga :
Update terbaru Google tentang Algoritma Google ini, menurutku memang tidak semudah update status Facebook. Update sesuka hati para facebooker sesuai dengan sikon hatinya. Bila sikon hatinya galau, maka akan galau pula status yang diupdatenya. Dan bila sedang marah, maka update statuspun juga marah plus emoticon merah. Sebab ku yakin pasti banyak pertimbangan untuk membedakan antara blogger positif dengan konten aslinya dan blogger negatif (pencuri konten) yang sudah sesat serta larut dalam dunia copas konten ini. Semoga masih terbuka pintu taubat untuknya. Amiin.
Algoritma Google editan SIKONYOL.com
Selain itu, berdasarkan Analisis Websmaster dari sebuah Perusahaan Alphabet, yang bernama Gary lllyes memberi julukan terhadap Algoritma Google tersebut dengan sebutan ‘Google Fred’ yang bekerja untuk menargetkan atau menjatuhkan peringkat konten dari blog atau situs milik pencuri konten. Sunguh sangat kejam bukan, untuk kalangan pencuri konten? Hehehe.

Nah, harap dimaklumi kebijakan Google yang terkadang bisa membuat kamu para pencari dan pemburu dolar dari dunia maya untuk tidak melakukan aksi cakar dinding, apalagi cakar-cakaran sesama para blogger. Sebab itu sangat tidak dianjurkan oleh Mbah Google. 

Namun bila kamu masih dan sangat yakin serta konsisten dengan cara memperoleh dolar dari Google yang halal serta dapat sertifikasi 'Halal' dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) maka harap bersabar. Dan teruslah berdoa dan berusaha dengan cara memaksakan diri untuk bekerja extra dalam menstabilkan pendapatan tanpa harus mencuri konten orang yang akan dipublis di blog atau situs pribadinya.